

Ruas Jala Protokol Koya Barat, terutama di dekat pasar buah yang mengalami kerusakan, yang butuh segera diperbaiki untuk kenyamanan pengguna jalan. (foto:Agung/Cepos)
JAYAPURA– Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Jayapura, sudah menganggarkan perbaikan jalan Koya Barat dan Koya Timur yang mengalami kerusakan. Prosesnya pun saat ini sudah dilakukan kontrak dengan pihak ketiga. Namun masih terkendala dengan pihak pemilik ulayat, terkait pelaksanaan pekerjaan ruas jalan tersebut.
Karena itu Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Nody J. Rampi berharap antara pihak pemilik ulayat dan pihak ketiga yang sudah teken kontrak dengan Pemkot Jayapura itu segera mendapatkan kesepakatan. Sehingga program kerja pemerintah itu tidak terhambat dan itu bisa diselesaikan sesuai dengan target waktunya.
“Khusus di jalan Muara Tami yang ditangani oleh Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas PUPR, seperti satu contoh di jalan poros Koya Barat, Koya Timur, sambungan pengecoran, dari SPBU di Koya Timur sampai di pertigaan yang mau ke Skouw dan Jayapura.
Posisi sekarang sudah berkontrak, dan penyedia sementara melakukan, pendekatan dengan pemilik ulayat, dan sampai sekarang belum sampai pada titik temunya. Kami berharap kedua belah pihak lebih intens untuk pendekatan, agar program pemerintah ini bisa berjalan, dan dirasakan oleh seluruh masyarakat yang akan melalui jalan itu bukan hanya penduduk Muara Tami” ujar Nofdy J.Rampi, Rabu (24/4).
Page: 1 2
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…