

Tembok Penahan Tebing Jalan Raya Ringroad kembali mengalami longsor, terlihat arus lalulintas berjalan lancar, Selasa (24/2). (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Tembok Penahan Tebing (TPT) Jalan Raya Ringroad kembali mengalami longsor pada, Senin (24/2) malam. Longsor yang dipicu hujan tersebut, hingga kini belum juga mendapat penanganan.
Ruas jalan tersebut merupakan jalan nasional dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi. Jalur ini tidak hanya menjadi penghubung utama antarwilayah di Kota Jayapura, tetapi juga kerap dilalui rombongan tamu penting serta kegiatan kenegaraan maupun kedinasan.
Ironisnya, longsor yang terjadi sejak beberapa bulan lalu justru dibiarkan tanpa perbaikan.
Hanya saja material longsor yang masuk ke dalam badan jalan langsung dibersihkan. Meski begitu kondisi jalan tetap licin walaupun sedikit, namun sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Rifandi (46) salah seorang pengendara roda dua menilai longsoran yang terjadi tebing jalan Raya Ringroad telah terjadi berbulan-bulan namu, hingga saat ini pemerintah belum memperbaiki secara maksimal.
“Longsor inikan sudah terjadi lama dan hingga sekarang pun belum ada solusi dari pemerintah,” terangnya.
Ia pun mendesak pemerintah serta instansi teknis terkait, termasuk pengelola jalan nasional dan dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk segera mengambil tindakan.
“Saya mohon kepada pihak terkait, baik pemerintah desa maupun instansi yang menangani jalan ini, agar segera diperbaiki. Jangan menunggu ada korban dan kerusakan parah baru ambil tindakan,” tandasnya.
Menanggapi terkait dengan itu, anggota komisi lV DPRP Papua Albert Merauje menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR segera mengambil langkah cepat, mengingat kondisi tebing jalan tersebut sering terjadi longsor ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Pemerintah melalu Dinas PUPR Provinsi Papua segera ambil langkah cepat. Datangkan konsultan yang profesional yang tahu tentang dinding penanganan tanah. Harus membuat desain ulang, desain perencanaan dan ada penanganan sementara,” kata Albert Merauje kepada Cenderawasih via telepon, Selasa (24/2).
Albert beranggapan pemerintah saat ini bekerja sangat lambat, kurang profesional dan kurang peka terhadap masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Sebelumnya anggota DPR Papua itu menyebut jebolnya TPT Jalan Raya Ringroad merupakan salah satu contoh kegagalan struktur.
Page: 1 2
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…