Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua, Imam Djuniawal menyebut, ekspor perdana dilakukan pada 2025 dengan volume 13 ton melalui Pelabuhan Makassar. Untuk ekspor kali ini, proses pengumpulan bahan baku hingga pengiriman membutuhkan waktu hampir tiga bulan.
“Pemerintah tengah membenahi aspek administrasi dan perizinan agar seluruh produk ekspor yang keluar dari Papua menggunakan dokumen resmi dari daerah. Selain itu, dukungan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas kontainer khusus berpendingin, menjadi faktor penting dalam mendorong kelancaran ekspor langsung dari Papua,” terangnya.
Iman mengatakan, potensi sumber daya ikan di Papua mencapai 1,3 juta ton per tahun, sementara yang baru dimanfaatkan sekitar 720 ribu ton. Kondisi tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi masih terbuka lebar.
“Untuk meningkatkan volume tangkapan, diperlukan modernisasi alat tangkap serta penggunaan kapal berkapasitas lebih besar agar mampu beroperasi lebih lama di laut,” katanya.
Pihaknya menargetkan ekspor ikan tuna dapat dilakukan hingga empat kali dalam setahun. Meski demikian, realisasinya tetap bergantung pada kondisi cuaca dan iklim laut. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…