Lanjut dia, kalau misalnya dokter yang bersangkutan yang sesuai kebutuhan penyakitnya melakukan penanganan dan selesai dikonsulkan, maka tidak mungkin dirujuk ke faskes lanjutan.
Meskipun memang ada beberapa diagnosa yang secara kompetensi yang di layanan primer puskesmas bisa diselesaikan.
Namun begitu, diakui masih ada saja pasien yang tidak menerima atau komplain kebijakan ini. Namun hal ini terus diedukasikan kepada masyarakat. “Pasien maunya mendapatkan layanan di rumah sakit, padahal sakit atau penyakitnya masih bisa ditangani di Puskesmas,” jelasnya.
Karena itu dia berharap masyarakat bisa mempertanyakan hal atau kebijakan ini pada petugas atau pihak yang tepat. Di satu sisi memang selama ini ada juga beberapa pasien yang menolak atas kebijakan itu, mereka bahkan tetap ngotot untuk mendapatkan rujukan agar bisa ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut.
“Ada juga pasien yang maksa, akhirnya kita rujuk juga, daripada kita yang di lapangan jadi masalah. Tetapi sebisa mungkin di tingkat Puskesmas ini kita juga berikan pelayanan sosialisasi semaksimal mungkin,” bebernya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…