Categories: METROPOLIS

Kakak Slank Sepakat, Cenderawasih Bukan Cenderamata

JAYAPURA – Ada yang menarik dibalik kampanye perlindungan Cenderawasih yang dilakukan kelompok kelompok pegiat lingkungan di Jayapura. Akses yang terhubung dengan berbagai publik figure dimanfaatkan untuk bisa memasivenya isu yang sedang didorong yakni stop eksploitasi burung Cenderawasih dan Cenderawasih bukan Cenderamata. Yang terakhir pernyataan dukungan ini disampaikan oleh vokalis Slank, Kaka Slank. 

 Dalam acara yang dilakukan di Ungkea Jungle Chef Resto di Kwadeware, Sentani ini, pria dengan nama lengkap Akhadi Wira Satriaji ini menyampaikan bahwa Cenderawasih bukan cenderamara. Kedatangan  Kaka Slank ke lokasi ini untuk mendiskusikan soal kampanye defending paradise, hutan Papua dalam perspektif seniman. Disini dibahas jika hutan dibabat dan terus terjadi deforestasi maka burung Cenderawasih dengan sendirinya akan terancam. “Kami senang karena  artis sekaligus penyanyi sekelas Kaka Slank mau berbicara soal Cenderawasih. Iapun terlihat menggunakan kaos bertulis Defending Cenderawasih sambil menyampaikan bahwa Cenderawasih bukan cendermata,” kata Irawan Johan, salah satu pegiat Cenderawasih, Jumat (24/9).

 Hal lainnya disampaikan Rachmad Saleh bahwa saat ini dari kedatangan ibu Menteri KLHK, Siti Nurbaya Bakar diharapkan bisa menangkap isu terkini di Papua.  “Ada upaya yang dilakukan teman – teman untuk bisa memproteksi, menyuarakan pesan pelestarian dari keberadaan Cenderawasih. PON menjadi satu kekhawatiran kami jika burung ini akan dieksploitasi dan kami tidak sekedar meminta Cenderawasih tidak dijadikan Cenderamata saja tapi lebih dari itu,” beber Rachmad Saleh. Yang diinginkan adalah Kemen LKH  lewat BBKSDA bisa mendorong lahirnya sebuah regulasi daerah termasuk dicanangkannya hari Cenderawasih termasuk festival Cenderawasih. 

 “Kami pikir ini tidak sulit ketimbang hanya bermain dengan surat dan surat. Kami pikir manusia  jaman sekarang tidak bisa lagi hanya mendengar himbauan dari surat edaran. Kami perlu sesuatu yang konkrit, ada hari Cenderawasih, ada festivalnya dan ada regulasi  daerah yang secara detail mengatur. Ini  dengan sendirinya membantu BBKSDA  atau kementerian  dalam upaya pelestarian dan tidak perlu selalu menggunakan pola yang begitu – begitu terus,” singgungnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

10 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

18 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

19 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

20 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

21 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago