Categories: METROPOLIS

Lestarikan Noken, Pemkot Terima Piagam Penghargaan

Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano,MM., bersama ASN di lingkungan Pemkot Jayapura, usai menerima penghargaan piagam penghargaan Noken Unesco tradisi Papua, dalam melestarikan penggunaan wajib noken di ASN lingkungan Pemkot Jayapura, yang diserahkan oleh  Ketua Lembaga Ekologi Papua dan pencetus gagasan menominasi Noken ke UNESCO Titus Pekei, usai melaksanakan apel dilingkungan Pemkot Jayapura, Senin (24/6) kemarin.( FOTO : Humas Setda Kota Jayapura for Cepos)

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano,MM.,menerima penghargaan piagam penghargaan Noken Unesco tradisi Papua, dalam melestarikan penggunaan wajib noken di ASN lingkungan Pemkot Jayapura, yang diserahkan oleh  Ketua Lembaga Ekologi Papua Titus Pekei, usai melaksanakan apel dilingkungan Pemkot Jayapura, Senin  (24/6) kemarin.

 Dalam kesempatan itu, ada tiga noken yang diserahkan kepada Wali Kota Jayapura, Wakil Wali Kota Jayapura dan Sekda Kota Jayapura. Titus menjelaskan, noken masuk resmi dalam data UNESCO warisan budaya tak benda, di markas UNESCO di Paris. Selain itu, warisan tak benda berupa warisan budaya alam juga ada yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan.

  Melalui warisan budaya tak benda berupa noken, ini ada manfaatnya bagi masyarakat OAP Papua, dimana noken adalah tas rajutan atau anyaman multi fungsi kerajinan tangan rakyat Papua. Noken yaitu tas tradisional masyarakat Papua, yang dibawa bisa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu. Sama dengan tas pada umumnya, tas ini digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada Wali Kota Jayapura, yang telah peduli dan mau melestarikan Noken dengan digunakan di ASN lingkungan Pemkot Jayapura,”jelasnya

 Sementara itu, Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano,MM.,mengakui,pihaknya berkomitmen bahwa noken harus tetap terus dilestarikan di Kota Jayapura,salah satu bukti yang telah dilakukan yakni ASN di lingkungan pemerintah kota Jayapura harus menggunakan tas noken dalam bekerja, maupun masyarakat saat berbelanja bisa menggunakan tas noken.

Sehingga noken tidaknya digunakan orang asli Papua namun non Papua juga bisa menggunakan noken. Noken sendiri biasanya digunakan masyarakat Papua, untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian dan juga untuk membawa barang-barang dagangan ke pasar.(dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

8 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

9 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

11 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

12 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

13 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

14 hours ago