Categories: METROPOLIS

Reses di Lingkaran, Jhony Banua Dilapori Setumpuk Persoalan

JAYAPURA – Agenda reses Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw yang dilakukan di Jl Sekolah, Lingkaran Abepura pada Kamis (23/5) mendapati sejumlah  aspirasi dan keluhan dari warga. Mulai dari biaya masuk sekolah yang mahal, minimnya pembeli pada lapak UMKM,  drainase yang menyempit, pinjaman yang melilit hingga BPJS yang belum banyak membantu.

   Di sini Jhony Banua menjelaskan bahwa ia sebelumnya masuk lewat Dapil Pegunungan namun kini terpilih dari Dapil Papua sehingga ini menjadi reses pertamanya untuk wilayah Kota Jayapura. Iapun menjelaskan soal tugas fungsi DPR dimana sifatnya berbeda dengan eksekutif yang bisa mengeksekusi.

Namun dari banyaknya aspirasi tersebut, Jhony menyebut bahwa sejatinya ada banyak hal yang harus dikawal.  Disini politisi Partai Nasdem itu malah berinisiatif untuk memberikan bantuan yang bisa dilakukan.

“Kami lebih banyak pada sektor anggaran, pengawasan dan regulasi. Kalau yang fisik ini sebenarnya di eksekutif tapi saya senang  karena banyak aspirasi spontanitas dan itu masukan berharga,” jelasnya usai kegiatan kemarin.

Dihadapan  sekitar 400 warga lingkaran ini, Jhony juga memetakan beberapa masalah mulai dari pendidikan, persoalan kesehatan dan usaha mama – mama yang banyak digeluti namun minim peningkatan.

“Mungkin orang akan mengatakan mengapa baru datang sekarang. Saya sebenarnya ingin turun dan mengecek apakah anggota kami sudah turun atau belum atau sudah menjalankan tugas dengan baik atau tidak. Sekarang ketahuan ternyata masih banyak PR yang harus ditangani,” bebernya.

  Disini warga juga dengan lepas menyampaikan uneg unegnya. 

“Untuk dana Otsus pendidikan kami sedikit protes soal hanya beasiswa yang hanya untuk orang Port (Jayapura)  seharusnya anak – anak kami juga dapat karena asli Papua. Kami berharap ini diperbaiki,  ada  banyak anak – anak sekolah yang perlu dibantu,” beber Yoel, satu warga setempat.

    Johanson Sineri juga menyinggung soal kondisi Puskesmas Tanah Hitam yang menurutnya seperti ada permainan.

“Hak pasien adalah memilih pelayanan di Rumah Sakit yang dia mau.  Tolong dicek kenapa pasien selalu diarahkan ke salah satu rumah sakit. Sedikit – sedikit harus ke sana. Apakah ada kerjasama padahal kalau dimasukkan ke sana itu mahal,” sindirnya.

   “Lalu sisi pendidikan saya lihat  di SMA 1 sarana sekolah kurang bagus. Malah kayak kandang padahal pelayanan pendidikan harus didukung oleh sarana. Bagainana jendela jebol rusak sana sini dan bisa lompat keluar dari jendela, ini seperti jaman Belanda,” ceritanya.

Terkait ini, Jhony menyebut akan memetakan lebih dulu kemudian dicarikan solusinya. “Tidak apa – apa, ini semua baik dan menjadi masuka berharga bagi kami,” tutupnya. (ade/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Populasi Satwa Endemik Papua Semakin Berkurang

Populasi sejumlah satwa liar di Papua Selatan, termasuk kangguru Papua (Macropus agilis), disebut mengalami penurunan.…

31 minutes ago

Cek-cok di Jalan Poros SP 5 Timika, Korban Tewas Ditikam Badik

Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pelaku AB…

3 hours ago

Gubernur Apolo Ingatkan Peserta Konvenda PPK se-Regio Papua Perkuat Iman

Momentum akbar itu mengusung tema “Menjadi Sahabat Yesus Dalam Keberagaman.” Kegiatan ini  menjadi forum pertemuan…

8 hours ago

Kemarau Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai dan Sayuran

Harga cabai, khususnya cabai rawit, di Pasar Wamanggu Merauke pada Jumat (18/9/2026) berada di kisaran…

9 hours ago

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

1 day ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

1 day ago