Categories: METROPOLIS

Pemprov Dorong Implementasi MoU Lintas Batas Darat

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, akan mendorong implementasi Memorandum of Understanding (MoU) lintas batas darat antara Indonesia-Papua Nugini atau Jayapura-Vanimo (PP), pada saat pertemuan yang akan digelar di Wewak, Provinsi East Sepik, PNG.

Pertemuannya akan dilakukan pada 4 – 5 November Tahun 2025. Dimana akan dihadiri pemerintah PNG, Indonesia dalam hal ini Provinsi Papua, Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Wilayah yang berbatasan langsung dengan PNG.

“Dalam pertemuan tersebut, yang paling utama adalah kita mendorong untuk segera diimplementasikan MoU lintas batas darat antara Indonesia-Papua Nugini, atau Jayapura-Vanimo (PP),” terang Pj Sekda Papua, Suzana D Wanggai, Rabu (22/10).

Untuk memantapkan pertemuan yang akan digelar di Wewak, PNG. Selasa (21/10), Pemerintah Provinsi Papua, melalui Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja sama Provinsi Papua, menggelar rapat koordinasi persiapan BLOM RI-PNG Tahun 2025.

“Rapat tersebut untuk memantapkan agenda, dan kami sudah siap,” kata Suzana.
Adapun agenda yang akan dibahas nantinya terkait administrasi dan infrastruktur antara kedua wilayah. Untuk administrasi, yang perlu dilihat adalah tentang pelintas yang sebagian masih ada yang ilegal.

Kemudian untuk infrastruktur, Provinsi Papua sendiri sudah memiliki pos-pos lintas batas, didorong agar PNG juga memilikinya. “Kita akan dorong bagaimana meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua negara ini,” ujarnya.

Namun yang paling penting, kata Suzana, yang didorong dalam pertemuan tersebut terkait dengan apa yang sudah dituangkan dalam MoU, agar kendaraan lintas batas negara bisa masuk. “Dalam pertemuan itu, yang paling utama adalah kita mendorong untuk segera diimplementasikan MoU-nya,” tegasnya.

Ia pun mengatakan bahwa tarif untuk lintas batas darat Jayapura-Vanimo (PP) sudah ada, dan itu ada pada ranahnya Dinas Perhubungan. “Untuk tarifnya sudah ada, tinggal kapan kita turun.

Menurut Suzana, Angkutan Lintas Batas Negara Vanimo-Jayapura (PP) merupakan suatu kerinduan bagi masyarakat setempat. Sebab, ini akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. “Ini juga akan berdampak bagi pertumbuhan perekonomian kedua negara, terutama di wilayah perbatasan,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Lima Distrik se Wilayah Walak Sepakat Berikan Sanksi Adat bagi Pelaku Karhutla

Kepala Distrik Bugi Mare Gombo menyatakan pemberian sanksi tegas atau denda adat ini dilakukan usai…

4 hours ago

Transisi Hingga Tumpulnya Lini Depan Jadi Evaluasi

Tim Persipura Jayapura memulai kompetisi Championship 2026/2027 dengan kurang baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu…

4 hours ago

Materi KUA-PPAS Telah Diserahkan ke DPRP

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan saat ini sistem yang digunakan…

5 hours ago

Alex Belum Fit dan David Masih Menyesuaikan

Pada laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Persipura hanya memainkan satu pemain asing mereka,…

5 hours ago

Bawa 1,7 Kg Ganja, Dua Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

   Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus W. A. Maclarimboen melalui Kasat Narkoba Polresta Jayapura Kota…

6 hours ago

Bima Ragil Bidik Kebangkitan di Laga Berikutnya

Menurut Bima, kehadiran suporter memiliki peran penting untuk menambah semangat pemain ketika pertandingan berlangsung. Dukungan…

6 hours ago