Categories: METROPOLIS

Bisa Jadi Preseden Buruk Dunia Pendidikan

Direktur Pelaksana Sekolah Kristen Kalam Kudus Jayapura Trifosa Liliy Susanti memantau aktifitas belajar mengajar, Senin (22/9) kemarin. ( FOTO : Elfira/Cepos)

Setiap Ada Demo, Murid Dipulangkan 

JAYAPURA – Rasa trauma pasca aksi demo rusuh pada 29 Agustus kemarin masih berbekas. Kendati aksi demo di wilayah Abe namun sekolah-sekolah mulai dari Entrop sampai wilayah Dok memilih memulangkan siswanya lebih awal. 

 Salah seorang orang tua murid di SD Inpres Kotaraja mengatakan ia langsung bergegas ke sekolah untuk membawa pulang anak-anaknya. “Ini mau jemput anak dulu, tidak dipulangkan tapi kami khawatir,” kata Edi salah satu orang tua siswa. Ia sendiri hendak menjemput anaknya di SD Inpres Kotaraja. 

 Salah seorang siswa SMPN 9 Entrop yang ditemui koran ini mengatakan polisi sudah banyak di wilayah Abe sehinga mereka dipulangkan. Salah satu siswi di SMP 9 Entrop juga mengatakan serupa. “Anak-anak pulang karena kata guru mau rapat. Tapi tadi kami dengar di Abe lagi dijaga jadi kami dipulangkan,” jelas siswi berhijab tersebut.

 Sementara itu di SD Hikmah Yapis I juga mempersilakan para orang tua yang ingin mengambil anaknya pulang lebih dulu , jika tidak juga tak masalah.  Ya, meski demikian sejak pukul 10.00 WIT sudah banyak orang tua yang menjemput anaknya pulang.  Firman, salah seorang orang tua yang ditemui mengatakan sebaiknya tak perlu memulangkan anak-anak, karena bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan. “ Kalau ada demo lagi, siswa dipulangkan, ini sudah menjadi biasa nantinya kalau ada demo berarti sekolah libur, padahal saat ini sudah mulai masuk UTS,” sesalnya. 

 Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di Sekolah Kristen Kalam Kudus Jayapura dari TK hingga SMA berjalan sebagaimana biasanya. Tidak terpengaruh dengan aksi demo yang dilakukan di Uncen dan Waena.

 Direktur Pelaksana Sekolah Kristen Kalam Kudus Jayapura Trifosa Liliy Susanti  mengatakan aktivitas belajar mengajar di lingkungan sekolahnya  berjalan normal. Namun, jika ada orang tua yang datang menjemput anaknya karena rumahnya berlokasi di Abepura, Padang Bulan dan Waena itu adalah hak orang tua untuk menjemput anak mereka demi keamanan diberikan ijin. Tapi proses belajar mengajar tetap normal seperti biasa.

 “Dari TK hingga SMA proses belajar mengajarnya normal tidak ada gangguan dengan  aksi demo, kami juga tidak memulangkan peserta didik kami lebih awal. Proses belajar mengajar berjalan sesuai dengan skedul yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

 Posisi sekolah sebenarnya  aman para pendemo juga tidak mungkin melewati sekolah kami kalau posisi di sekolah sebenarnya aman mungkin posisi dari sekolah mau pulang ke rumah mereka  itu yang mungkin cukup rawan jadi  kalau memang ada orang tua mau jemput anaknya kami  berikan ijin. (ade/fia/wen) 

newsportal

Recent Posts

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

4 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

5 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

6 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

7 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

8 hours ago

Ditemukan dengan Kondisi Kurus Setelah 20 Hari Bertahan

Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…

9 hours ago