

Kepala Perwakilan Bkkbn Papua Sarles Brabar (FOTO: Karel/Cepos)
JAYAPURA-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua menginisiasi program tumbuh kembang anak berbasis keluarga. Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Sarles Brabar, mengatakan program ini didorong untuk penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua. Tapi juga merupakan bagian dari Asta Cita Kemeterian Kependudukan dan Pembangunan keluarga/BKKBN.
Dimana keluarga menjadi pilar utama dalam menentukan tumbuh kembang anak salah satunya saat anak itu masih dalam kandungan.
“Penelitian para ahli menunjukkan bahwa perkembangan otak tercepat terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan. Oleh karena itu, perhatian dan pola asuh yang diterima anak sejak dini sangat memengaruhi kecerdasan, kepribadian, dan perilaku sosial mereka,” ujarnya, Jumat (21/2).
Adapun program tersebut telah dirancang dalam lima program Quick Wins, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan (GATE), aplikasi sumper berbasis akal imitasi (AI) dan Lansia Berdaya (Sidaya).
Page: 1 2
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…