Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, sekolah, puskesmas, aparat keamanan, serta mitra pembangunan menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Seluruh pemangku kepentingan harus menjadikan Program MBG sebagai tanggung jawab kolektif. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh komitmen, konsistensi, dan integritas semua pihak dalam menjalankan peran masing-masing,” katanya.
Phaknya juga menekankan agar program MBG tidak hanya fokus pada penyediaan makanan, tetapi juga terintegrasi dengan edukasi gizi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta sanitasi yang layak. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
SMPL yang akan berlangsung sampai 3 Februari 2026 tersebut akan dihadiri 105 sinode seluruh Indonesia…
Wilem menjelaskan, salah satu agenda utama Fraksi Poksus saat ini adalah merancang produk hukum daerah…
Menurut Djimmy, pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN…
Rustan Saru menjelaskan, rencana penambahan CCTV tersebut merujuk pada sejumlah peristiwa hilangnya fasilitas umum di…
Diakuinya,bahwa laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), baik pada layanan rawat jalan maupun Unit…
Rustan Saru menjelaskan, sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan yang diterima, sekaligus memastikan…