Pihaknya optimistis pendekatan bertahap berbasis SID akan membuat program cetak sawah di Papua berjalan efektif, berkelanjutan, dan minim risiko.
Sementara itu, Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata karena lahan yang digunakan berasal dari masyarakat dan hasil produksinya juga kembali untuk masyarakat.
“Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang langsung dirasakan dampaknya sendiri, dari masyarakat untuk masyarakat,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…