

Ronny Fajar Purba (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Antisipasi masuknya pemahaman radikal ke dalam negeri yang dibawa oleh oknum yang mengatasnamakan agama. Kantor Imigrasi Kelas l Jayapura turut melakukan pengawasan terhadap pergerakan orang asing yang datang di Papua.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas l Jayapura, Ronny Fajar Purba menjelaskan orang asing yang masuk dengan tujuan keagamaan harus mengunakan visa sesuai dengan kebutuhan. Tak hanya itu yang tidak kalah pentingnya juga harus mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag).
“Pihak yang mengundang penceramah asing masuk ke wilayah kita ya harus mengurus administrasinya, visa, maupun surat rekomendasi dari Kementerian Agama,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (20/11).
Ronny menjelaskan hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terhadap dakwah warga asing dilakukan dalam rangka menangkal paham radikal atau aliran sesat.
“Jangan sampai ada paham radikal atau aliran sesat yang masuk,” katanya.
Biasanya, paham ini menolak cara-cara perubahan secara bertahap atau sesuai dengan peraturan yang ada, karena dianggap sebagai sumber ketidakadilan. Bahkan, penganut paham ini kerap menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuannya.
Dirinya mengaku beberapa waktu lalu pihak Imigrasi Jayapura telah mendapatkan laporan bahwa di Kota Jayapura akan ada orang asing yang akan melakukan ibadah atau misa, namun kata dia belum ada kejelasan pasti dari laporan tersebut.
“Untuk yang dari sisi aktifitas ceramah di gereja, kemarin satu orang yang melapor,” ujarnya.
Sementara terkait dengan informasi adanya penceramah atau pendakwah kewarganegaraan Palestina yang di Koya, Distrik Muara Tami, kota Jayapura saat ini, Kepala Kantor Imigrasi Jayapura mengaku mengetahui hal itu, namun belum detail.
“Yang di Koya kami akan lakukan tindakan, memang sudah ada pemberitahuan awal tetapi kami akan telusuri,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebagaimana yang beredar di media sosial, Pendakwah atas nama Syeikh Osama Anwar berkebangsaan Palestina itu, mengunjungi Kota Jayapura tepatnya di Koya Barat Distrik Muara Tami dalam rangka menghadiri acara ‘Peringatan satu tahun Genosida di Bumi Palestina’. Ia diundang untuk memberikan ceramah di Mushola Nurul Huda Koya Barat, Rabu (20/11) sekira pukul 20.00 WIT.(kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…
Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…
Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…
Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…