Categories: METROPOLIS

Sekolah Rakyat Diminta Serap Produk Lokal Masyarakat

JAYAPURA — Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mendorong agar pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Skow Mabo, Distrik Muara Tami, tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Rustan saat menghadiri konsultasi publik terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Sekolah Rakyat di Aula Kantor Distrik Muara Tami, Rabu (19/8).

  Menurut Rustan, kebutuhan dasar sekolah, khususnya makanan dan bahan baku, sedapat mungkin dapat dipenuhi dari produk lokal yang dihasilkan masyarakat sekitar.

“Kalau kebutuhan dasar sekolah bisa bersumber dari produk lokal, baik makanan maupun bahan bakunya, maka ekonomi masyarakat juga ikut berjalan,” ujar Rustan.

  Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi tempat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekolah tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan sekolah.

  Dengan sistem pendidikan berasrama, kebutuhan pangan dan berbagai kebutuhan dasar sekolah diperkirakan cukup besar. Kondisi tersebut, kata Rustan, harus dapat dimanfaatkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat lokal sebagai pemasok produk.

  “Jadi sekolah ini hadir bukan hanya untuk pendidikan, tetapi juga menyenangkan, ramah lingkungan dan produktif,” katanya.

  Rustan menegaskan, pemanfaatan produk lokal tersebut harus menjadi bagian dari perencanaan sejak awal, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton ketika pembangunan Sekolah Rakyat berjalan.

  Selain dampak ekonomi, Rustan menekankan pentingnya kajian lingkungan sebelum pembangunan Sekolah Rakyat dimulai. Menurutnya, pembangunan di kawasan SMK 7 Skouw Mabo harus dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan kondisi lahan, lingkungan, sosial dan budaya masyarakat setempat.

  “Ini pembangunan untuk masa depan anak-anak kita, masa depan generasi kita dan masa depan pendidikan kita. Karena itu, sebelum sekolah dibangun, harus diketahui bagaimana proses pembangunannya dapat mencerminkan pembangunan yang ramah lingkungan dan tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tawuran Pelajar di Kotaraja, Anarkis dan Resahkan Warga 

  Aksi saling serang menggunakan batu, botol kaca, hingga balok kayu memaksa para pengguna jalan…

3 hours ago

Kampung Holtekamp Masuk Penilaian Kampung Pancasila 2026

Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, masuk dalam penilaian Kampung Pancasila Tahun 2026 yang…

13 hours ago

Usai Kibarkan Merah Putih, Paskibraka Papua Terima Rp5 Juta dan Laptop

   Penutupan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Papua untuk memberikan apresiasi kepada para anggota…

14 hours ago

Papua Kekurangan Polisi Hutan

   Kepala DKLH Provinsi Papua, Yaconias Mattindom mengatakan, saat ini hanya terdapat 41 personel Polhut…

15 hours ago

Realisasi APBD Papua 2025, Pendapatan 97,95 % dan Belanja 96,58 %

  Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban…

16 hours ago

TPAKD Papua Siapkan Strategi Baru Dorong Ekonomi Daerah

  Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan TPAKD bukan sekadar…

17 hours ago