Ia menyebut pembangunan sekolah berpotensi mengubah kondisi lahan, termasuk kemungkinan adanya penebangan pohon dan perubahan tata ruang. Karena itu, seluruh potensi dampak tersebut harus dikaji secara menyeluruh dan dituangkan dalam dokumen Amdal.
Rustan juga meminta agar pembangunan Sekolah Rakyat tidak menghilangkan identitas budaya masyarakat Papua. Unsur adat dan kearifan lokal, menurutnya, perlu menjadi bagian dari konsep sekolah.
Hal tersebut dinilai penting karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama. Anak-anak akan tinggal dan menjalani aktivitas pendidikan di lingkungan sekolah sehingga fasilitas maupun suasana sekolah harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Cukup banyak warga korban kebakaran yang menempatinya. Sebagian besar adalah warga yang masih berkeluarga,…
Insiden berdarah di Bundaran Petrosea itu menimpa dua orang pelajar. Kedua korban mengalami luka tembak…
Merespon terkait dengan putusan MK tersebut Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi, Dr. Methodius Kossay, S.H.,…
Seorang pekerja (ABK) tewas dengan kondisi mengenaskan saat menurunkan kapal yang selesai diperbaiki ke sungai.…
Ps. Kanit 1 Subdit Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital AKP Muhammad Ridwan, mengataakn bahwa…
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Selatan Apolo Safanpo mengimbau seluruh kader Partai Golkar…