

Aktifitas pegawai BMKG saat memonitor cuaca di kantor BMKG tepatnya di Entrop, Jumat (18/7). (foto:Takim/Cepos)
JAYAPURA-Kepala Balai Besar Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V, Yustus Rumakiek melalui Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik, Ezri Ronsumbre menegaskan bahwa fenomena Aphelion yang beredar luas di media sosial itu adalah hoaks.
Dimana informasi yang beredar menyebut terkait fenomena Aphelion selama Agustus yang berdampak pada cuaca yang dingin melebihi cuaca dingin sebelumnya, dapat menyebabkan warga mudah terserang meriang, flu, batuk, sesak nafas, dan lainnya. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk banyak-banyak mengkonsumsi vitamin atau suplemen
“Itu tidak benar, tidak ada fenomena Aphelion tersebut, ” ujar Ezri Ronsumbre saat diminta keterangan Cenderawasih Pos, Jumat (18/7).
Dalam informasi itu juga menyebut pada bulan Juli-Agustus ini jarak bumi ke matahari dalam yang jaraknya 5 menit cahaya atau 90.000.000 km, pada fenomena aphelion menjadi 152.000.000 km, artinya 66 % lebih jauh.
Jadi hal ini akan menyebabkan hawa lebih dingin, dampaknya ke badan kurang enak karena tidak terbiasa dengan suhu ini.
Menurut Ezri Ronsumbre, informasi ini ternyata sudah seringkali disebar. Bahkan hampir tiap tahun. “Kita sudah konfirmasi beberapa bulan lalu, bahwa informasi ini tidak betul, dan ini sudah ke sekian kalinya beredar,” ungkapnya.
Ezri Ronsumbre berharap masyarakat lebih selektif dalam menerima informasi. “Kami sangat berharap jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar, pastikan kebenarannya baru di cerna, sehingga tidak salah kaprah,” tuturnya. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…