Categories: METROPOLIS

20 Lebih ODGJ Masih Sulit Ditangani

JAYAPURA– Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Djong Makanuay mengungkapkan bahwa saat ini jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)  di Kota Jayapura tidak lebih dari 20 orang.  Sebagian dari ODGJ ini sudah ditangani dengan dilakukan perawatan di rumah sakit jiwa.     

   Namun untuk memastikan ODGJ  ini benar-benar sembuh setelah dilakukan perawatan pemerintah sulit untuk mendapatkan akses ke keluarga masing-masing dari ODGJ tersebut.

“Saat ini jumlah ODGJ di Kota Jayapura tidak lebih dari 20-an orang,  itu  belum semua  kita tangani,” kata Djong Makanuai, Rabu (19/6).

   Dikatakan, belakangan ini  ODGJ di Kota Jayapura cukup berkembang. Hal ini disebabkan karena faktor kondisi sosial, yang sulit. Selain itu, pihaknya juga ada kesulitan untuk melakukan pendataan by name by address terhadap para ODGJ ini, karena minimnya data-data kependudukan dari para ODGJ itu.

  “Belakangan ini turut berkembang di Kota Jayapura karena kondisi sosial kependudukan juga sangat sulit,  karena data mereka sangat  sulit untuk kita deteksi, karena pelayanan sesuai standar langsung dilayani  oleh Pemerintah Kota Jayapura,” kata. Djong Makanuai, Rabu (206).

   Selanjutnya sejauh ini penanganan terhadap ODGJ  ini dilakukan secara bersamaan dengan sejumlah stakeholder terkait lainnya.  Karena itu, pihaknya juga berharap penanganan bersama atau kolaborasi terhadap orang dengan gangguan jiwa di Kota Jayapura itu harus terus dilakukan ke depannya.

   “Penanganannya berkolaborasi dengan Rumah Sakit Jiwa,  dijemput oleh Pemkot Jayapura Satpol PP pihak Kepolisian,” ujarnya.

   Dia menambahkan untuk penanganan ODGJ di Kota Jayapura sejauh ini dilaksanakan oleh Rumah Sakit Jiwa kota Jayapura.  Namun penanganan di rumah sakit jiwa itu selanjutnya akan dilanjutkan ke rumah masing-masing.  Di sinilah pemerintah sedikit kesulitan untuk memastikan keberadaan orang dengan gangguan jiwa tersebut untuk dilakukan pemantauan dan pengobatan lanjutan.  Karena itu sangat dibutuhkan keberadaan keluarga dari para ODGJ di kota Jayapura itu.

   “Kesulitan dalam penanganannya karena sulitnya mendapatkan akses ke keluarga ODGJ ketika pemerintah menghubunginya untuk penanganan terhadap ODGJ tersebut.  Untuk pe gobatan, kita  mengambil langkah berobat ke rumah sakit jiwa tetapi ketika kembali ke lingkungan sosial  itu harus ke keluarga supaya layanan kesehatan itu langsung dilakukan di keluarga,” tambahnya. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

8 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

9 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

10 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

11 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

12 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

16 hours ago