

JAYAPURA – Yayasan Bhineka Tungal Ika yang membawahi Universitas Sains dan Teknologi (USTJ) tidak menempati janjinya untuk melakukan pertemuan membahas sejumlah persoalan mendasar di kampus tersebut. Karena merasa tidak tepat janji seperti sebelumnya dijanjikan ketua Yayasan Ali Kastela mengakibatkan mahasiswa kembali gelar mogok kuliah dengan aksi bisu di jalan masuk kampus.
Aksi yang dilakukan dengan penandatanganan dukungan dibaliho putih itu mengajak ratusan mahasiswa untuk segera melakukan perubahan di kampus itu. Presiden Mahasiswa USTJ Alax Gobai kepada media ini mengatakan, bahwa aksi kali ini di lakukan berbeda dengan sebelumnya, dimana sebeluamnya dilakukan di lapangan merah hijau kini dilakukan di jalan masuk dengan aksi bisu dan mengajak mahasiwiswa dan dosen untuk menyuarakan dukungannya lewat tandan tangan.
“Kimi merasa kecewa dengan ketua yayasan yang berjanji bahwa akan datang dihadapan ratusan mahasiswa dan sudah ditandatangani dengan meterai enam ribuh dan itu suda ditandatangani Ketua Yayasan, Rektor, dan Ketua BEM tepi kenapa ketua tidak hadir,” katanya menyesalkan Ali Kastela yang tidak menepati janji.
“Jangan main-main dengan aspirasi kami, ini masalah serius, masalah hak-hak kami tidak dapat dengan fasilitas yang sudah merugikan kami dan juga gaji dosen yang tidak jelas bagi mereka, maka kami tutup aktifitas perkuliahan sampai ketua yayasan datang dan memberikan penjelasan hingga ada solusi bagi mahasiwa dan dosen,” paparnya.
Ia mengatakan sempat berkomunikasi saat demo dimana ketua yayasan mengatakan bahwa akan hadir pada Selasa, (21/5) dimana rencana awal akan bertemu pada Senin (20/5). Oleh sebab itu pihaknya melakukan aksi lanjutan dengan memalang kampus.
“Kami minta kepada mahasiswa dan alumni untuk hadiri. kita bicara masalah kita secara terbuka sebagai anak keapada orang tua kita agar masalah ini bisa terselesaikan dengan baik,” paparnya,
Sebelumnya ketua Yayasan Ali Kastela mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengelar kegiatan untuk mengundang segenap aktifitas akademik dan alumni untuk dudul menyelesaikan masalah kampus pada senin (20/5). Namun hal itu tidak diindahkan sehingga mahasiswa memalang kampus.(oel/gin).
Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…
Kepala BGN Regional Papua Tengah Nalen Situmorang mengonfirmasi bahwa tiga SPPG yang berstatus suspen tersebut…
Aksi damai ini digelar bertepatan dengan hari kedelapan berjalannya operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Keheningan…
Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto F. Halitopo, mengatakan keberadaan kapal tersebut memiliki peluang untuk…