

Penjual togel yang sedang melayani pembeli angka togel di Pasar Youtefa, Sabtu (19/2). (Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Teriakan penjual sayur beriringan dengan nada sejumlah warga yang hendak memasang togel di Pasar Youtefa, Sabtu (19/2) kemarin. Di lapangan pinang, begitu warga menamainya, jejeran penjual togel tertata rapi.
Di kios-kios kecil, shio hingga angka terpampang jelas di dinding kayu. Setiap orang yang memasang, akan diberikan sejenis karcis dari si penjual togel tersebut. Harga pun bervariasi, untuk 4 angka Rp 2 ribu sekali pasang.
Jika bernasib baik, saat angka yang dipasang keluar, akan mendapatkan uang Rp 4 juta. Sementara Shio Rp 5 ribu sekali pasang dan dua angka Rp 2 ribu sekali pasang dan bisa mendapatkan Rp 130 ribu.
Seorang warga menyebut, hampir setiap hari penjual togel selalu ada. Tak ada kata libur, mereka akan berhenti berjualan ketika ada sweeping atau razia. “Penjual togel libur hanya saat sweeping gabungan atau dilarang sama bosnya, bos mereka aparat,” kata warga yang namanya enggan dikorankan itu.
Ia mengaku, yang tangani penjual togel tersebut adalah aparat. Sehingga itu, sulit melarang mereka untuk jualan, karena ada orang besar di belakang para penjual togel. “Susah kalau mau larang mereka untuk tidak jualan, para penjual togel ini kan setornya ke kantor sama bosnya. Mereka hanya bawahan, namun ada bos mereka,” ucapnya.
Dikatakan Narasumber Cepos yang namanya enggan dikorankan tersebut, para penjual togel tersebut tidak menganggu para pedagang lainnya. Dengan adanya mereka, pasar justru menjadi ramai. “Jutrsu ada penjual togel pasar menjadi ramai, orang-orang di sini larinya di togel,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Youtefa Ati menyampaikan di lapangan hal seperti itu sudah biasa. Hanya saja, Ati mengaku tidak tahu apakah itu togel atau apa. “Itu sudah menjadi hal yang biasa, mereka juga sudah tidak takut biar ada petugas di situ,” kata Ati.
Ati sendiri tidak menginginkan adanya togel, hanya saja togel kini sudah menjadi umum di kalangan masyarakat. “Yang saya lihat di pinggir jalanpun yang jual togel ini mereka sudah tidak takut, semacam sudah menjadi hobi mereka,” pungkasnya. (fia/tri)
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…
Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…