

Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo bersama Wakil Ketua I, Jhony Betaubun saat ditemui di ruang rapat DPRD, Rabu (20/1). (FOTO: Gamel Cepos)
JAYAPURA – Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo awalnya menyatakan siap untuk menjadi orang pertama di Jayapura yang menerima suntik vaksin sinovac. Ia ingin menunjukkan jika program pemerintah ini aman dan perlu didukung sehingga ia bersedia memberi contoh sebagai orang pertama. Namun belakangan ia mendengar munculnya isu jika vaksin ini dipasang chip atau barcode yang bisa mengawasi atau mengetahui dimana orang itu berada.
“Ini yang baru saya dengar katanya dalam vaksin itu ada chip yang nantinya bisa memantau pergerakan orang termasuk dimana saja ia berada. Apakah itu benar?,” tanya Abisai Rollo didampingi Wakil Ketua I, Jhon Betaubun dalam ruang rapat DPRD Kota Jayapura, Rabu (20/1). Abisasi sendiri menyatakan butuh informasi konkret tentang isu ini agar akhirnya tidak menjadi multi tafsir di tengah masyarakat. “Kalau betul tentu kami juga pikir – pikir jika harus divaksin sebab kami ini politisi yang akan jalan kemana saja menemui masyarakat dan kalau diikuti tentunya menimbulkan perasaan tidak nyaman. Saya akhirnya pikir – pikir untuk divaksin,” jelasnya.
Ia menyebut yang berkaitan dengan isu chip ini adalah artis Rafi Ahmad yang menyampaikan bahwa ia merasa diikuti kemana mana. Namun terkait ini sebelumnya sempat disampaikan oleh juru bicara Satgas Penanganan Covid 19, Prof Wiku Adisasmito bahwa soal adanya chip dari suntikan vaksin adalah berita bohong. Begitu juga soal barcode hanya menempel pada botol cairan vaksin bukan pada manusia dan banyak produk termasuk produk makanan kemasan juga pasti memiliki barcode.
Fungsi barcode ini sendiri untuk mengecek pendistribusian vaksin dan tidak ada kaitannya dengan manusia. Bahkan Menteri BUMN, Erick Thohir sendiri pada Selasa (19/1) juga menyatakan bahwa informasi soal chip adalah tidak benar. Ditambahkan Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM agar masyarakat jangan mudah mempercayai berita yang belum terkonfirmasi secara baik. Masyarakat diminta cerdas soal vaksin ini. “Kalau dibilang ini buatan China dan haram, toh MUI Pusat juga sudah memberi label aman dan suci. Begitu juga dengan uji klinis yang sudah dilewati,” beber Rustan.
Ia meminta publik jangan mengaitkan informasi vaksin dengan ajaran agama dan sebaiknya ditanyakan langsung ke dokter, dinas kesehatan karena sudah disiapkan layanan call centre. “Tanya ke yang paham saja, jangan justru menerka – nerka dan akhirnya publik bingung. Langsung hubungi call centre atau tanya dokter,” imbuhnya. (ade/wen)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…