Bahkan, anak-anak di kompleks tersebut sering memanfaatkan kali biru sebagai tempat bermain dan mandi di sore hari. Namun, Helena juga mengakui bahwa permukiman yang berada di dataran rendah ini rentan terhadap penyakit malaria akibat kurangnya sinar matahari yang masuk ke kawasan tersebut. “Kami sering terkena malaria karena lokasi ini jarang terkena matahari,” tambahnya.
Dari segi pengelolaan sampah, warga Kloofkamp menunjukkan disiplin yang tinggi. Helena menjelaskan bahwa sebagian warga membawa sampah mereka saat pergi bekerja, dan sebagian lainnya memanfaatkan layanan mobil pengangkut sampah yang rutin beroperasi di kompleks tersebut.
“Kami selalu menjaga kebersihan, baik di rumah maupun di sekitar kali. Kalau lupa membawa sampah, kami buang di mobil yang mengangkut sampah setiap hari,” tutupnya (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, setelah tiga tahun mengalami kevakuman, KNPI Kota Jayapura dengan kepengurusan baru tidak boleh…
Tugu yang menjadi salah satu penanda kawasan Abepura tersebut secara resmi diresmikan pada Selasa…
Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Abisai mengajak seluruh hadirin sejenak menghentikan aktivitas…
Situasi di dalam Auditorium Uncen mendadak panik saat kelompok demonstran menerobos masuk tanpa izin.…
Jayapura Fair yang berlangsung di Lapangan PTC Entrop, Senin (17/8) malam, menjadi bagian dari…
Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…