Bahkan, anak-anak di kompleks tersebut sering memanfaatkan kali biru sebagai tempat bermain dan mandi di sore hari. Namun, Helena juga mengakui bahwa permukiman yang berada di dataran rendah ini rentan terhadap penyakit malaria akibat kurangnya sinar matahari yang masuk ke kawasan tersebut. “Kami sering terkena malaria karena lokasi ini jarang terkena matahari,” tambahnya.
Dari segi pengelolaan sampah, warga Kloofkamp menunjukkan disiplin yang tinggi. Helena menjelaskan bahwa sebagian warga membawa sampah mereka saat pergi bekerja, dan sebagian lainnya memanfaatkan layanan mobil pengangkut sampah yang rutin beroperasi di kompleks tersebut.
“Kami selalu menjaga kebersihan, baik di rumah maupun di sekitar kali. Kalau lupa membawa sampah, kami buang di mobil yang mengangkut sampah setiap hari,” tutupnya (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…