Bahkan, anak-anak di kompleks tersebut sering memanfaatkan kali biru sebagai tempat bermain dan mandi di sore hari. Namun, Helena juga mengakui bahwa permukiman yang berada di dataran rendah ini rentan terhadap penyakit malaria akibat kurangnya sinar matahari yang masuk ke kawasan tersebut. “Kami sering terkena malaria karena lokasi ini jarang terkena matahari,” tambahnya.
Dari segi pengelolaan sampah, warga Kloofkamp menunjukkan disiplin yang tinggi. Helena menjelaskan bahwa sebagian warga membawa sampah mereka saat pergi bekerja, dan sebagian lainnya memanfaatkan layanan mobil pengangkut sampah yang rutin beroperasi di kompleks tersebut.
“Kami selalu menjaga kebersihan, baik di rumah maupun di sekitar kali. Kalau lupa membawa sampah, kami buang di mobil yang mengangkut sampah setiap hari,” tutupnya (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Selain itu, bermain sepak bola juga lazim dilakukan di berbagai lokasi terbuka, situasi yang menurutnya…
Crosser kebanggaan Papua yang menorehkan prestasi gemilang dan kejuaraan nasional itu mengumpulkan poin sempurna dengan…
Lokasi wisata ini berada tidak jauh dari kawasan wisata Tobuso dan mulai dikenal luas sejak…
Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melakukan kajian terhadap jumlah aparatur sipil negara (ASN) dan beban kerja…
Wakil Bupati Jayapura, Haris R. Yocku, menegaskan malaria masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Jayapura…
"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…