

Beberapa pekerja saat mencabut bunga yang ditanam di taman RS Vertikal Kemenkes RI, Abepura, Senin (17/3). (FOTO:Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Salah satu pihak sub kontraktor (subkon) yang mengerjakan taman penghijauan dan beberapa pekerjaan lainya di rumah sakit vertikal Kemenkes RI di belakang Kampus Uncen Abepura, mendatangi RS Kemenkes itu dan mengambil kembali beberapa aset mereka. Aset yang diambil saat ini berupa sebagian bunga yang sudah ditanam pada taman bagian depan RS Kemenkes itu, Senin (17/3).
Langkah itu terpaksa dilakukan oleh pihak subkon lantaran belum adanya kejelasan mengenai pembayaran sisa utang yang harus dibayar pihak vendor yang masih tersisa sekitar lebih dari Rp 1 miliar.
“Kami tegaskan, kami bukan merusak taman, kami hanya mengambil kembali barang milik kami yang belum dibayar. Istilahnya ini barang kami, ketika tidak dibayar, maka kami ambil kembali, karena tidak ada kejelasannya,” kata pak Sultan, salah satu Subkon di RS Vertikal Kemenkes, saat ditemui Cenderawasih Pos di RS Kemenkes RI,di Abepura, Senin (17/3).
Dia mengaku, pihaknya merupakan salah satu sub kontraktor yang mengerjakan beberapa pekerjaan berkaitan dengan berdirinya rumah sakit tersebut. Beberapa bagian yang menjadi tanggung jawabnya seperti pekerjaan taman di bagian luar RS, taman di bagian lantai 1 sampai lantai 3, penghijauan, pekerjaan gorong-gorong. Selain itu ada juga jasa sewa alat berat dan truk pengangkut material.
Dia mengaku, sisa tagihan itu seharusnya dibayarkan Desember 2024. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan dari pihak vendor.
Page: 1 2
Dalam perjalanan, mesin speedboat mengalami gangguan dan mati mendadak sehingga perahu kehilangan kendali dan terbalik.…
Meski secara umum BPK menyimpulkan bahwa pengelolaan belanja daerah Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten…
"Walhi juga menemukan citra satelite penambangan emas ilegal yang semakin masif ditunjukan dengan banyaknya warna…
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan seorang ibu hamil berinisial BS, 29, yang tinggal di…
Data yang diduga bocor mencakup nama pengguna, alamat, nomor telepon, hingga email, dan disebarkan di…
Pernyataan tersebut merespons ramainya ide netizen mengenai gagasan masyarakat ‘membeli’ hutan, yang mencuat setelah banjir…