“Jadi kami ini mau bayar ke pekerja, mau bayar tanaman, eksavator, truck. Mereka tagih ke saya, jadi kami sama-sama datang ke vendor. Kami ambil kami sebagian barang milik kami. Jadi kalau mereka tidak bayar, kami akan mengambil barang-barang milik kami sesuai dengan sisa utang yang belum dibayar,” tegasnya.
“Sisa tagihan itu Rp 1,60 miliar lebih, itu ada beberapa paket pekerjaan. Taman, pekerjaan jembatan kayu juga lain, begitu juga dengan gorong-gorong. Jadi bukan satu paket, kontraknya masing masing,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku sangat kecewa, pasalnya meski pihaknya sudah tuntas menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan SPK. Namun pihak vendor justru tidak komitmen. Karena mereka baru menyelesaikan sekitar 70 persen kewajibannya, dan masih ada sisa sekitar 30 persen.
Pihaknya berharap, aksi itu bisa memberikan kesadaran mereka untuk menyelesaikan utang ini. Karena itu, tanaman yang diambil saat ini akan dikembalikan atau ditanam kembali jika mereka sudah menyelesaikan sisa pembayaranya.
“Sehingga kalau tidak dibayarkan sisanya 30 persen, itu yang kami ambil kembali sesuai dengan nominal sisa tagihan kami,”tambahnya.(roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di tengah semangat memperingati kemerdekaan, seluruh peserta upacara diajak mengheningkan cipta dan berdoa bagi…
Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan Otsus Papua merupakan instrumen penting dalam…
Abisai mengatakan, rekapitulasi absensi tersebut menjadi penting untuk mengetahui tingkat kehadiran jajaran pemerintah dalam…
Menurut Yunus, proses penyediaan makanan untuk program MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Mulai dari…
Abisai Rollo mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai…
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi…