Hal senada disampaikan Darius Theofilus Hambiri, anak dari pemilik rumah kedua. Ia mengatakan bahwa orang tuanya sempat berada di rumah, namun karena tiupan angin cukup kencang, api cepat menjalar sehingga tidak dapat dicegah.
“Sebagian dokumen penting kami ikut terbakar. Pakaian masih ada sedikit yang bisa diselamatkan,” ujar Darius.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Hal ini karena warga harus melakukan pemadaman secara manual sebelum mendapat bantuan semprotan air dari pangkalan minyak Pertamina. “Sebagian besar air untuk memadamkan api dibantu warga, dan terakhir dibantu semprotan air dari Pertamina,” imbuhnya.
Dari pantauan Cenderawasih di lokasi, situasi di lokasi kebakaran telah kondusif. Keluarga para korban terlihat berdatangan memberikan dukungan dan penguatan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pernyataan tersebut menjadi pembuka dari sederet kebijakan dan program yang diklaim akan meningkatkan kesejahteraan pekerja…
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…
Setelah bencana longsor yang terjadi di Distrik Tagineri, Tanggime dan Bolakme (Banjir), kini giliran Distrik…