Hal senada disampaikan Darius Theofilus Hambiri, anak dari pemilik rumah kedua. Ia mengatakan bahwa orang tuanya sempat berada di rumah, namun karena tiupan angin cukup kencang, api cepat menjalar sehingga tidak dapat dicegah.
“Sebagian dokumen penting kami ikut terbakar. Pakaian masih ada sedikit yang bisa diselamatkan,” ujar Darius.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Hal ini karena warga harus melakukan pemadaman secara manual sebelum mendapat bantuan semprotan air dari pangkalan minyak Pertamina. “Sebagian besar air untuk memadamkan api dibantu warga, dan terakhir dibantu semprotan air dari Pertamina,” imbuhnya.
Dari pantauan Cenderawasih di lokasi, situasi di lokasi kebakaran telah kondusif. Keluarga para korban terlihat berdatangan memberikan dukungan dan penguatan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…