Categories: METROPOLIS

Minta Kaji Ulang Penunjukkan Sekda Papua

JAYAPURA – Penunjukan Dance Yulian Flassy sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua masih menjadi polemik. Pasalnya Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 159/TPA Tahun 2020 mengenai penunjukan Sekda Papua bertolak belakang dengan hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan provinsi Papua.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Papua, Kenius Kogoya

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Papua, Kenius Kogoya pun angkat  bicara, menurutnya, ada kekeliruan terhadap Kepres yang dikeluarkan pada tanggal 23 September yang ditandatangani Farid Utomo selaku Deputi Bidang Administrasi Sekertariat Kabinet, Presiden Republik Indonesia.

Kata Kenius, harusnya pemerintah pusat harus mengacu pada hasil seleksi yang telah dilakukan. Apalagi menurut Kenius, selama seleksi, para peserta telah melewati tahapan-tahapan sesuai dengan kriteria dan syarat yang telah ditentukan. Dan Kenius mengaku sudah jelas siapa yang memiliki nilai tertinggi dari tiga nama calon Sekda Papua tersebut.

“Menurut pengamatan saya, ada ketidakpercayaan Pemerintah Pusat terhadap Pemerintah Provinsi Papua. Penunjukkan Sekda itu memang ada semi politisnya tetapi juga tidak bisa mengesampingkan hasil seleksi yang dilakukan oleh Pansel,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Jayapura, Selasa (17/11).

Kenius menilai Kepres tersebut sedikit melenceng, dan harus direview ulang. Sebab kata Kenius, harusnya pemerintah pusat atau tim penilai akhir (TPA) melakukan koordinasi dengan pemerintah Papua terkait siapa yang layak membantu roda pemerintahan provinsi Papua di bawah pimpinan Lukas Enembe dan Klemen Tinal.

Oleh sebab itu, ia mendukung bila Kepres tersebut ditinjau ulang kembali dan mengacu pada hasil seleksi yang telah dilakukan. Termasuk melakukan koordinasi dengan pemerintah Papua terkait sosok yang dapat membantu visi misi Gubernur Papua dalam menjalankan roda pemerintahan. (eri/wen)

newsportal

Recent Posts

Banyak Daerah Tak Mampu Lagi Bayar Gaji PPPK

Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…

15 hours ago

Diduga Karena Persoalan Asmara

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…

16 hours ago

Pentingnya Investasi Pendidikan dalam Memajukan Papua

Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…

17 hours ago

Gas LPG 12 Kg Tembus Rp400 Ribu

Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…

18 hours ago

“Halo Pak Presiden, Ini Bagaimana Makanan MBG Ada Ulat”

Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…

19 hours ago

Dari Sampah Hingga Penyelundup yang Kucing Kucingan

Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…

20 hours ago