Categories: METROPOLIS

Wah, Masih Ada Mahasiswa yang Sulit Baca dan Menulis

JAYAPURA – Sebuah pernyataan cukup mengejutkan disampaikan Dekan FKIP terpilih, Yan Dirk Wabiser S.Pd., M.Hum terkait wajah pendidikan khususnya di Kota Jayapura. Ia menyebut saat ini masih  ada ditemukan anak SD kelas V maupun kelas VI yang belum bisa membaca dan menulis. Mirisnya dengan kemampuan seperti itu bisa tetap naik kelas bahkan sampai ke bangku kuliah. Iapun tak memungkiri jika masih ada mahasiswanya yang belum lancar membaca dan menulis. 

 Yan berpendapat bahwa secara ekstrim ia menyatakan bahwa yang membunuh pendidikan generasi saat ini adalah pendidikan, bukan senjata. Peradaban  juga bisa jalan di tempat atau mundur karena minimnya bekal pendidikan. Ini menurut Yan tak lepas dari anak – anak yang hanya diserahkan begitu saja ke sekolah dan dipasrahkan dididik oleh guru atau dosen sementara peran orang tua sangat minim. Seharusnya menurut Yan keluarga mengambil peran lebih besar dalam hal mendidik anak – anaknya. 

 Yan sendiri mengambil satu sample sekolah di Koya Koso saya yang ternyata menurutnya masih banyak anak kelas V dan kelas VI yang belum lancer membaca dan menulis. “Di atas kertas IPM Kota Jayapura tinggi namun realitas menunjukkan teryata masih banyak masalah pendidikan di Jayapura. Ini tak lepas dari motivasi belajar anak Papua di Jayapura masih rendah. Penyebabnya adalah dukungan  dari orang tua dan dukungan dari dinas P dan P yang kurang,” ujar Yan menyampaikan sedikit hasil penelitiannya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/9).

 Pelatihan, pembinaan dan penempatan guru yang sangat terbatas akhirnya berdampak ke peserta didik. “Bayangkan saja hingga kelas 5 dan 6 anak Papua di Kota Jayapura banyak  yang tidak bisa membaca dan menulis. Namun anehnya saat ujian ternyata lulus kemudian di SMA mereka akhirnya tak bisa menulis. Kenapa saya harus kesana, itu karena  mahasiswa saya masih ada yang kesulitan membaca dan menulis. Ini fakta,” bebernya. 

Lalu hal lainnya adalah anak Papua sulit untuk tembus seleksi SNMPTN dan SBMPTN sementara yang memiliki kemampuan pendidikan baik malah memilih kuliah di luar. “Ini yang mendorong saya harus memulai dari bawah dan mereka yang harus diperbaiki agar berdampak ke atas. Dalam kota memang semua aman dan lancar namun di luar itu masih banyak yang belum bisa membaca dan menulis. Fungsi control dari lembaga pendidikan masih kurang juga berpengaruh menurut saya,” tambahnya. 

 Selain Koya Koso kata Yan, ia sempat mengambil sample di salah satu di SD Nafri dan kondisinya hampir sama  padahal ini dekat dengan kota Jayapura. “Ini belum dengan pembelajaran online, karena saya pikir lebih banyak orang tua yang mengerjakan soal kemudian difoto dan dikirim,” singgungnya. Yan lantas berpikir satu solusi yang bisa diberikan adalah perlu kebijakan yang lebih membumi. Ini dimulai dari guru untuk memahami budaya anak setempat agar dari budaya anak ini dilanjutkan dengan metode pembelajaran yang dianggap cocok. “Kalau semua dipukul rata saya pikir sulit jadi perlu mencari metode yang tepat dan saya lebih setuju gurunya dulu yang diberdayakan,” imbuhnya. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago