Categories: METROPOLIS

Pemkot Mulai Tertibkan PKL

Termasuk Penjual Pinang di Jalan Masuk Pasar

JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura mulai menertibkan sejumlah pedagang kaki lima yang beraktivitas di luar pasar terutama di pinggir jalan umum,  trotoar  termasuk di jalan masuk Pasar Hamadi dan Youtefa.

“Sekarang Satpol PP sudah mulai jalan untuk menerbitkan mereka yang menjual ikan, daging ayam di pinggir jalan termasuk yang menjual Pinang juga tidak boleh jual di badan jalan,”kata Pj Walikota Jayapura, Frans Pekey, Senin (17/7).

Dia mengatakan, khusus untuk penjual pinang pihaknya meminta supaya tidak boleh menggunakan badan jalan untuk melakukan aktivitasnya. Ditanya apakah Pemkot Jayapura akan menyiapkan tempat khusus untuk para penjual Pinang ini? Menurut dia, opsi itu memang harus dipertimbangkan lagi,  terutama mengenai jarak  dan tempat yang akan ditempati oleh para penjual pinang.

“Kalau Pinang kita tertibkan,  yang penting tidak boleh di badan jalan. Kalau kita mau tempatkan di tempat khusus juga akan kita pertimbangkan,  antara jarak. Karena Pinang ini jual pakai tumpuk  saja tidak mungkin kita tempatkan mereka yang jauh antara biaya transportasi dengan tempat jualan. Yang penting adalah jangan di badan jalan, lalu tidak boleh kumuh,” katanya.

Dia juga menegaskan pemerintah kota mematikan akan menertibkan sejumlah pedagang kaki lima terutama penjual ikan dan daging ayam yang beraktivitas di pinggir jalan termasuk trotoar ataupun jalan umum di Kota Jayapura.

“Saya minta dengan kesadaran,  ini saya sudah bicara yang kedua kali,  semua pedagang harus kembali ke pasar. Penjual  ikan, penjual daging ayam yang bermunculan di mana-mana itu harus kembali ke pasar.  Sebelum kita ambil tindakan.  Karena itu bisa berdampak pada terganggunya lingkungan,  juga merusak keindahan kota,” imbuhnya.

Dia mengaku di beberapa tempat anggota Satpol PP Kota Jayapura sudah mulai melakukan penertiban kepada para penjual daging ayam dan ikan.  Sebab,  penjual ikan dan daging ayam ini menghasilkan limbah yang berpotensi dapat mengganggu keindahan kota dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Apalagi jenis  bahan yang menimbulkan limbah,  ikan bau, berair dan bisa menghasilkan limbah, Begitu juga dengan daging ayam.  Sehingga saya minta harus beraktivitas di dalam pasar,”pungkasnya. (roy/tri)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

29 minutes ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

8 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

9 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

10 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

11 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

14 hours ago