

*Juga Akan Memperketat IMB
JAYAPURA – Publik Kota Jayapura nampaknya bisa mencatat dan menagih satu saat nanti dari kebijakan pemerintah Kota Jayapura terkait perlindungan kawasan penyangga Cyclop. Bercermin dari kejadian Minggu malam hingga Senin (17/3) kemarin dimana musibah tak hanya di Kabupaten Jayapura tetapi juga terjadi di Kota Jayapura. Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano MM menegaskan ia tak mau “rumahnya” rusak akibat alam yang tak bersahabat.
Secara tegas ia menyampaikan bahwa kami akan bertindak tegas membongkar rumah yang dibangun di sekitar kawasan penyangga. Lalu yang membangun di daerah aliran sungai termasuk melarang aktifitas apapun di hutan Angkasa. Tomi Mano mencatat betul kondisi hutan di Angkasa yang kini hancur.
Tomi bercerita bahwa dulunya ukuran kayu soang harus dipeluk dua hingga tiga orang tapi saat ini seperti lapangan bola alias gundul. “Saya tak mau main-main, tak boleh lagi ada rumah-rumah di kawasan penyangga sebab saat ini bukan kita saja yang hidup tapi ada anak cucu yang juga harus hidup. Jangan sudah terjadi musibah baru saling menyalahkan sementara sebelum terjadi musibah semua malah merusak,” katanya.
“Saya memiliki keyakinan jika kita jaga alam maka alam akan menjaga kita. Itu kuncinya,” tegasnya. BTM juga menyinggung soal kejadian pada Februari tahun 2014 dimana tercatat 9 orang dinyatakan meninggal dunia di Jayapura. “Itu mereka bangun di bawah lereng seperti saat ini mereka bangun di Kalam Kudus,” bebernya.
Ia juga berjanji akan lebih selektif dalam memberikan ijin membangun. “Ada yang tidak kami berikan izin seperti di Kotaraja Dalam dan akhirnya dibangun termasuk RS Pendidikan Uncen kami tak beri izin (IMB) dan kami lebih selektif menjaga. Tuhan tempat kita di bumi untuk dijaga dan merawat bukan untuk merusak dan sekarang kita terima akibatnya,” pungkas Tomi Mano. (ade/wen)
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…