

JAYAPURA- Satu Unit rumah dan satu unit rumah kos-kosan yang berada di Belakang SPBU Kelapa II Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu (16/3) dini hari sekira pukul 03.00 WIT ludes terbakar.
Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat kosleting arus listrik yang berasal salah satu kamar kosong yang tidak berpenghuni, kemudian merembet kebangunan lainnya yang berdempetan. Tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugiaan diperkirakan puluhan juta rupiah. Kasus kebakaran tersebut kini dalam penangana oleh Polsek Jayapura Selatan.
Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Marthin Koagouw, SH menerangkan kasus kebakaran di komplek belakang SPBU Entrop itu masih dalam proses penyidikan oleh pihaknya, dimana saat ini lima orang saksi telah dimintai keteranga termaksud korban dari pemilik rumah dan kos-kosan yang terbakar.
“Kasus ini masih didalami, anggota kami telah mengumpulkan keterangan saksi dan korban, dimana informasi awal kebakaran disebakan akibat percikan api dari kosleting listrik di satu kamar kosong yang tidak berpenghuni,” terang Kapolsek Minggu (17/3)
Menurut Kapolsek, api pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang curiga lantaran mencium aroma asap dari kamar kosong. Ketika hendak memastikan saksi sudah mendapati api membakar sebagian isi kamar. Atas kejadian itu saksi langsung memberitahukan warga sekitar. “Api begitu cepat membesar dan merambat karena bangunan itu terbuat dari semi permanen,” tuturnya.
Ia menuturkan, api dapat dipadamkan dua jam kemudian setelah dua unit water canon dan tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian perkara. Dimana api dipadamkan sekira pukul 05.00 WIT, setelah pemadam kebakaran dibantu polda Papua dan warga sekitar memadamkan api.
“Untuk kerugian material mencapai hingga ratusan juta rupiah mengingat saat kejadian terdapat satu rumah peribadi dan tiga kamar kos yang ditempati tiga keluarga,” pungkasny. (fia/wen)
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…