

Boy Markus Dawir
JAYAPURA-Proses pemilihan Ketua Majelis Daerah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Papua akan digelar pekan depan di Kabupaten Yapen. Jika sesuai dengan agenda maka GPdI Papua bakal memiliki ketua majelis daerah baru yang akan memimpin untuk periode 2022 – 2027. Rencana pemilihan sendiri akan digelar pada 21-22 Februari.
Ketua Panitia Musda, Boy Markus Dawir menjelaskan bahwa musda akan dihadiri para peserta yang merupakan utusan gembala – gembala sidang GPdI se-Tanah Papua baik di Papua, Papua Tengah, Papua pegunungan maupun dan Papua Selatan.
“Kami baru sj mendapat lampu hijau dari Polda untuk keramaiannya dan pelaksanaan giat musda sehingga diharapkan semua sidang gembala GPdI mengambil bagian dalam musda tersebut,” ujar Boy Dawir di Entrop, Sabtu (18/2).
Ia menjelaskan untuk memudahkan perjalanan para sidang gembala, panitia juga sudah menyiapkan transportasi dari PT Pelni dimana Pemprov Papua lewat Dinas Perhubungan, KSOP Jayapura dan KSOP Biak ikut mendukung transportasi Jayapura – Serui pulang pergi.
Ada juga untuk rute Biak – Nabire – Waropen – Serui pulang pergi.
“Ada transportasi yang disiapkan panitia dan semua telah terkoordinir untuk penjemputan bagi peserta did aerah daerah,” bebernya.
Boy menyebut bahwa semua peserta sudah harus ada dititik masing masing keberangkatan pada Minggu, 19 Februari pukul 17.00 WIT baik di Pelabuhan Biak maupun Waropen.
“Selain transportasi kapal laut, operasi local dan akomodasi semua telah disiapkan panitia,” tambahnya.
“Jadi musda ini selain dihadiri gembala sidang GPdI se Papua dan tiga DOB tapi juga akan dihadiri utusan majelis pusat GPdI dan usai proses ini bisa dipastikan pekan depan kita sudah memiliki sosok pemimpin GPdI,” tutupnya. (ade/nat)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…