Categories: METROPOLIS

Tingkatkan Kinerja,  PT AMJ  Didampingi USAID IUWASH Tangguh

JAYAPURA-PT Air Minum Jayapura (AMJ) mendapat pendampingan dari   pihak USAID Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH Tangguh). Program ini adalah proyek lima tahun untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan Indonesia.

  Khususnya  dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi aman, serta perilaku higiene (WASH) di daerah perkotaan yang rentan dan memperkuat layanan WASH dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) yang berketahanan iklim.

   Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan, dampingan itu dalam bentuk rencana pengamananan air minum (PAM) melalui penyusunan dokumen air PAM sebanyak 11 modul.  Saat ini baru modul ke-7 yang sudah diselesaikan dari 11 Dokumen itu sehingga ini perlu mendapat pendampingan.

  Dokumen Air PAM ini menjadi penting karena dokumen  air PAM adalah sarana dalam melakukan antisipasi dini terkait empat hal, yakni

  Penguatan Tata Kelola dan Pembiayaan Sektor WASH dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Peningkatan Akses Layanan Air Minum dan Sanitasi yang Aman, Berketahanan Iklim, dan Inklusif Masyarakat Miskin, Peningkatan PSDA untuk Mendukung Layanan Air Minum yang Tangguh dab Peningkatan Adopsi Perilaku dan Peningkatan Partisipasi dan Peran Kepemimpinan Perempuan yang Berkontribusi pada Peningkatan WASH dan PSDA.

  “Empat hal tersebut menjadi penting dan ini bisa diantisipasi apabila kita miliki  sebuah dokumen yang bisa memetahkan   kondisi pelayanan kita, kita harus melihat bahwa pelayanan yang kita berikan kepada pelanggan itu   tidak akan mencapai keberlangsungan apabila kita tidak bisa memetakan potensi maupun hambatan-hambatan yang akan terjadi.  Seperti bagaimana kondisi sumber air,  kemudian jaringan pipa distribusi dan transmisi apakah masih layak digunakan atau juga langsung pelayanan kepada pelanggan,” kata Entis Sutisna, Sabtu (15/7).

   Dia menjelaskan, kegiatan bersama dengan IUWASH Tangguh berlangsung selama tiga hari dan ada 35 tim yang dibentuk untuk mencoba melakukan pemetaan dan identifikasi tentang kondisi-kondisi dan kemungkinan-kemungkinan terjadi dari sisi pelayanan distribusi air.  Apakah di sumber air itu terjadi sebuah hambatan,  Apakah memungkinkan data jadi kerusakan kemudian bagaimana juga kemampuan reservoir jaringan pipa transmisi distribusi,  jaringan pipa  sampai dengan kondisi pelanggannya.

  “Harapan saya dengan adanya pendampingan dari IUWASH Tangguh ini,  bisa meningkatkan kinerja perusahaan. Saya berharap tim yang sudah dibentuk bisa menuntaskan pembentukan atau menyelesaikan modul-modul sampai 11. Karena dokumen air PAM ini menjadi penting sebagai salah satu indikator kinerja yang diberikan oleh BPKP. Tetapi lebih daripada itu air PAM juga menjamin sustainability pelayanan kepada masyarakat Di mana kita bisa melakukan antisipasi ataupun bisa lebih memilih terhadap kemungkinan-kemungkinan Resiko yang terjadi,” pungkasnya. (roy/tri)

newsportal

Recent Posts

Kejari Musnahkan Barang Bukti 62 Perkara Inkracht

Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…

43 minutes ago

Jumlah penduduk Provinsi Papua Capai 1,074 juta

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…

1 hour ago

Turun ke Lokasi Kebakaran, ABR Pastikan Penanganan Darurat Terpenuhi

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…

2 hours ago

Rupiah Bakal Perkasa Lagi! Bos BI Siapkan 7 Jurus Maut

Langkah-langkah strategis ini telah mendapat lampu hijau dan penguatan langsung dari Presiden. "Kami melaporkan kepada…

2 hours ago

Cegah Bullying dan Rasisme, Sekolah Harus Jadi Tempat Ramah Anak

Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak ini, diwujudkan Kanwil Ditjenpas melalui kegiatan sosialisasi…

3 hours ago

11 Ribu Barang Bukti Kejahatan Dimusnahkan

Pemusnahan kali ini menyasar material sitaan dari 52 perkara tindak pidana umum dengan volume mencapai…

3 hours ago