Categories: METROPOLIS

DOB Harus Dilihat dari Aspek Positif

JAYAPURA-Ketua Forum Komunikasi Muslim Pegunungan Tengah,  Ustad Ismail Asso mengimbau kepada seluruh mayarakat Papua agar melihat pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) dari aspek yang positif. Terkait dengan DOB dirinya meminta kepada Polda Papua agar dapat menyikapi pro dan kontra ini dengan bijak.

   Lalu kepada para tokoh-tokoh agama agar dapat mempercayai bahwa negara tidak akan pernah bermaksud untuk membunuh, merugikan dan juga untuk meniadakan rakyat Papua. “Negara hadir untuk melindungi seluruh rakyat dari Sabang sampai dengan Merauke. Tujuan dari daerah otonomi baru yaitu dalam rangka menjaga, melindungi dan meningkatkan keamanan, kesejahteraan masyarakat Papua secara merata dan adil,” ucap Ismail Asso, Rabu (16/3).

   Ustad Ismail Asso menambahkan bahwa harus diakui sejak Papua masuk di NKRI pemerintah sudah melakukan banyak progres dengan melakukan pembagunan salah satunya yaitu dengan DOB ini, yang mana kita harus melihatnya dari aspek yang positif.

   “Pro kontra memang ada tetapi disini negara hadir untuk melindungi serta meningkatkan kesejahteraan, keamanan dan perlindungan kepada masyarakat Papua. DOB ini hadir dalam rangka menciptakan pembangunan yang lebih baik lagi di tanah Papua. Oleh sebab itu, kita menyikapinya dengan positif dan kita ambil manfaat dari dilaksanaanya DOB tersebut,” tambahnya.

   Ia pun berpesan kepada para tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan intelektual agar dapat menjaga ketentraman dan situasi yang tetap kondusif sehingga tidak terjadi bentrok yang dapat merugikan semua.

   “Seluruh tokoh dan aktivis yang ada di Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan sehingga terciptanya keamanan dan kedamaian di Tanah Papua. Ia juga menyinggung soal penggunaan media sosial agar digunakan dengan benar. Jangan justru digunakan untuk memprovokasi dan akhirnya lahir keributan baru.

   “Ini yang harus dihindari dalam berdemokrasi. Demokrasi yaitu kebebasan tetapi yang dilakukan secara terukur yang mana bisa semua tetap merasa aman dan bukan sebaliknya,” imbuhnya.

   Sementara satu akademisi Uncen, Marinus Yaung juga sependapat. Jangan karena demokrasi yang kebabalasan akhirnya terjadi pemaksaan kehendak hingga akhirnya ada jatuh korban. Papua tetap harus dirawat agar  memberi berkat bagi sesama.

Marinus Yaung

Yaung mengajak seluruh tokoh, pejabat serta elit di Papua untuk bersama-sama menjaga dan menciptakan Papua aman dan kondusif. Yang perlu dipikirkan para pejabat dan elite politik adalah bagaimana mempersiapkan masa depan Papua dari sekarang, terutama menghadapi bonus demokrasi di tahun 2030. Ia mewanti bahwa masa depan Papua tidak bisa disiapkan dalam keadaan instabilitas politik dan keamanan.

    “Masa depan Papua tidak bisa disiapkan dan dibentuk dalam keadaan konflik dan kekerasan. Karenanya para elit perlu menjaga narasi-narasi di ruang publik, jangan suka memunculkan narasi-narasi konflik, narasi kekerasan, narasi anti kemanusiaan dan narasi yang hanya melahirkan konflik baru.”tuturnya.

   “Jangan sampai kita kehilangan waktu mempersiapkan masa depan Papua, sebab saya khawatir jika tidak berpikir ke depan maka bonus demografi itu akan menjadi bencana bagi generasi muda Papua itu sendiri,” imbuhnya.

   Pada situasi ini,  ia meminta semua bijaksana dalam menyikapinya dan tidak membangun narasi kekerasan, kebencian dan permusuhan di ruang publik termasuk menyebarkan foto-foto tentang kekerasan dan korban-korban di Papua,” kata  Dosen FISIP Uncen ini.

   Untuk kasus Yahukimo, dirinya melihat justru para elit ikut terlibat memviralkan tubuh korban yang tertembak. Ini menurutnya sudah harus dihentikan, karena hanya akan membangun dendam dan kebencian serta permusuhan sesama anak bangsa.

  “Menjelang paskah tahun ini, saya berharap ada kesadaran bersama dari setiap tokoh-tokoh dan elit politik baik itu tokoh sipil serta tokoh militer,” sambungnya.

   Iapun menutup bahwa konflik baik untuk membentuk peradaban yang lebih baik lagi ke depan. Namun konflik juga bisa menjadi bencana ketika keliru menyikapinya. “Semua punya peran bertanggung jawab menciptakan kedamaian di atas tanah ini,” imbuhnya. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

8 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

9 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

10 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

11 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

12 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

13 hours ago