Categories: METROPOLIS

Calistung Tak Jadi Ukuran, Pendidikan Harus Berkesinambungan

JAYAPURA-Ketua PKK Kota Jayapura, Maria Yuvita Gobay mengungkapkan, kemampuan baca tulis dan berhitung tidak lagi menjadi keharusan bagi lulusan TK PAUD ketika melanjutkan pendidikanya ke jenjang sekolah dasar (SD).

  “Tugas dan tanggung jawab terhadap anak-anak usia dini, bukan hanya tugas  guru-guru PAUD saja, tapi juga guru-guru SD juga.  Tetapi selama ini ada terjadinya gap atau jarak.  Karena terjadi miskonsepsi bahwa ukuran dari keberhasilan anak itu dilihat dari si anak menguasai membaca dan menulis dan menghitung atau calistung.  Sehingga orang tua berlomba-lomba kursuskan anaknya,  ikut-ikut les padahal anak ini masih usia dini,” kata Maria Yuvita Gobay, Kamis (15/6).

  Hal itu akhirnya menjadi beban juga secara psikologis kepada anak. Karena anak usia dini 0-6 tahun sebelum masuk SD, butuh ruang untuk bermain.  Bagi anak-anak itu, belajar adalah bermain,  bermain itu adalah belajar.  Oleh karena itu metode atau cara pembelajaran yang menyenangkan itu yang sangat penting.

  “Maka perlu ada transisi yang menyenangkan.  Karena selama ini masih ada guru-guru beranggapan bahwa anak-anak yang baru lulus dari TK PAUD sudah siap untuk masuk SD. Karena mereka sudah tahu calistung dan itu merupakan tugas dari guru-guru PAUD.  Padahal tidak seperti itu juga, karena, itu menjadi tugas dari guru-guru SD juga.  Karena 0 sampai usia 8 tahun berarti dari usia TK Paud sampai di SD kelas 2″ ujarnya.

   Dia berharap, perlu kerjasama yang baik dari PAUD sampai SD. Caranya,  tentu  harus melakukan penguatan dari pondasi anak.  Karena siswa baru yang akan mendaftar di jenjang SD itu, ada yang berasal dari lembaga PAUD,  ada juga anak usia dini yang bukan dari lembaga PAUD. Itu artinya bagi anak usia dini yang bukan dari lembaga PAUD,  yang menjadi gurunya adalah tetap mengandalkan peran orangtuanya.

  Karena itu supaya anak mendapatkan perlakuan yang sama, pembelajaran yang sama, maka PAUD dan non PAUD tidak bisa dibeda-bedakan. Untuk itu harus ada penyelarasan untuk mengisi kesenjangan yang terjadi. Sehingga ketika anak PAUD dan non PAUD masuk Sd, maka mereka dengan muda beradaptasi.

  “Itu bisa dapat terjadi apabila ada suport dari orangtua, lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar. Guru juga harus meningkatkan upgrade diri, salah satu mengenai gerakan transisi PAUD,” tambahnya. (roy/tri)

newsportal

Recent Posts

Terlibat Politik Praktis, 3 ASN di Merauke Diberhentikan

Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya terlibat dalam politik praktis telah diberhentikan dari statusnya…

39 minutes ago

Persipura Tahan Imbang Tim Promosi

Persipura dan Garudayaksa FC bermain 1-1, gol Persipura dicetak oleh talenta muda Lazarus Sinim. Meski…

2 hours ago

Duo Asing Persipura Cepat Beradaptasi

Juru taktik Persipura, Andri Ramawi mengaku kedua pemain impornya sangat cepat beradaptasi. Pemain asal Argentina…

3 hours ago

Tawuran Pelajar di Kotaraja, Anarkis dan Resahkan Warga 

  Aksi saling serang menggunakan batu, botol kaca, hingga balok kayu memaksa para pengguna jalan…

4 hours ago

Mulai 2027, Venue PON Papua Dikelola BLUD

Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menargetkan pengelolaan venue olahraga milik Pemerintah Provinsi Papua,…

5 hours ago

Gubernur Dorong Anak Kampung Koa Bersekolah di Sekolah Rakyat

Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan masa depan generasi…

6 hours ago