Categories: METROPOLIS

Jika Daerah Resapan Kenapa Pemerintah Tidak Beli Dari Dulu?

Komplek perumahan di belakang SMAN 4 Jayapura  yang kini dibangun menjadi pemukiman. Padahal dulu tempat ini adalah resapan air. Rabu (15/5) ( FOTO : Priyadi/Cepos)

Tanggapan Warga Komplek Belakang SMAN 4 Jayapura yang Bermukim di Daerah Resapan Air

Untuk mengatasi masalah banjir di komplek belakang SMAN 4 Jayapura,  Distrik Jayapura Selatan, Pemkot Jayapura akan melakukan normalisasi sungai dan penertiban rumah warga yang tidak memiliki IMB. Bagaimana tanggapan warga?

Berikut Laporan Priyadi-Jayapura

 Setiap kali hujan deras  daerah Kota Jayapura maka sudah dapat dipastian komplek dibelakang SMAN 4 Jayapura ini  akan terdampak banjir. Maka Pemkot Jayapura akan melakukan normalisasi sungai dengan lebar kurang lebih  5 meter dan mengembalikan daerah tersebut menjadi resapan air.

 Disinyalir banyak pemukiman warga di komplek tersebut tidak memiliki IMB (Ijin Mendirikan Bangungan) dan hanya memiliki surat adat dari kepala suku setempat. Dari data Satpol PP Kota Jayapura ada  lebih 50 rumah warga yang tidak memiliki IMB, maka rumah tidak memiliki IMB akan ditertibkan.

Adapun tanggapan warga terkait akan dilakukannya penertiban di wilayah tersebut  salah satu warga  yang tinggal dikomplek itu M.Hatta memgatakan memang warga yang tinggal di belakang komplek SMAN 4 entrop, sebagian masih ada yang belum memiliki IMB,  ada juga yang sudah memiliki IMB sehingga hal ini juga sangat membingungkan.

 Hatta mengaku mengapa sampai daerah tersebut yang merupakan resapan airnamun ada rumah warga yang dibangun memiliki IMB. Ia juga mengaku bingung jika tempat tersebut adalah tempat resapan air mengapa tidak dibeli pemerintah.

 “Saya liat pemerintah tidak serius dalam mengatasi banjir di sini, kalau ini daerah resapan air, seharusnya tanah di beli dari Ondoafi, setelah dilepas tanahnya dari Ondoafi dan di jual di warga, sekarang pemerintah sibuk,”ungkapnya, Rabu(15/5).

 Hatta juga menegaskan, jika mau melakukan normalisasi sungai untuk resapan air,  ada tempat yang sekarang sudah tidak lagi dibangun yakni di samping Hotel Musi Entrop, karena tanah kosong itu benar -benar daerah resapan air dan pertemuan air. Namun daerah belakang komplek SMAN 4 Jayapura itu hanya tempat  mutarnya air saja. Sehingga, tidak perlu dilakukan pemberhentian pembangunan.

  “Saya hanya berharap ada solusi terbaik, kenapa masalah ini tidak ditindaklanjuti dulu, tapi sekarang pemerintah sibuk sendiri. jika dilakukan pembongkaran atau lainnya, tetap pemerintah berhadapan dengan Ondoafi dulu, kemudian haknya warga yang terdampak harus diberikan,”pintanya.

 Sementara itu, Kepala SMAN 4 Jayapura,  Laba Sembiring, M.Pd.,mengakui, untuk normalisasi sungai entrop dimana letaknya dekat SMAN 4 Jayapura Laba mengaku ini hal yang sangat baik  agar meminimalisir terjadinya banjir saat hujan deras. 

   Laba Sembiring,  juga memberikan saran  dalam mengatasi masalah banjir di Kota Jayapura, harus dilakukan secara baik dan benar dipikirkan melalui perencanaan yang baik sehingga  bisa digunakan secara jangka panjang. 

 “Intinya dalam mengatasi masalah banjir di komplek belakang SMAN 4 Jayapura harus ada solusi konkrit dan tidak membuat hal yang merugikan bagi orang banyak,”tandasnya.(***).

newsportal

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

15 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

17 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

19 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

20 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

21 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

22 hours ago