

Kondisi di lokasi kebakaran, terlihat aparat keamanan telah memasang garis polisi, Selasa (14/4) (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kotaraja, distrik Abepura. Jika sebelumnya kebakaran melanda pemukiman warga di Komplek Perumahan Pemda II Cigombong, pada Sabtu (4/4) lalu, kebakaran kembali terjadi Selasa (14/4).
Kali ini kebakaran menghanguskan 8 petak rumah kost di Jalan Guru RT 005/RW 004, Kelurahan Vim, Kotaraja Distrik Abepura.
“Saya tidak tahu betul, tetapi yang pasti api berasal dari kamar paling ujung. Kemudian merembet ke kamar nomor tiga yang di mana disitu ada penampungan bensin untuk dijual di depan Indomaret itu. Kita juga kaget, begitu keluar rumah api sudah membesar,” jelas Yulin Ireeuw (50) warga sekitar lokasi kebakaran.
Akibat kebakaran ini, delapan petak kamar kos dan lima motor hangus terbakar. Ditanya terkait dugaan sementara kebakaran itu terjadi, Yulin mengaku tidak tahu pasti lantaran pas kejadian dirinya sementara di dalam rumah.
Menurutnya kebakaran mulai melebar setelah api mengenai penampungan bensin di kamar kos dua atau ketiga, kemudian didukung dengan pembatasan setiap kamar kos mengunakan kayu dan triplek sehingga api mudah menyebar.
Jauh sebelum kejadian itu, penghuni kos di kamar nomor tiga sempat diberikan teguran oleh pemilik kos untuk tidak menyimpan bensin di kosan tersebut, namun yang bersangkutan informasinya tidak mendengarkan, justru menambah pasokan.
“Yang penjual bensin di kamar nomor tiga kalau tidak salah itu, pernah diberikan teguran oleh pemilik kos untuk tidak menyimpan bensin di dalam kosan. Antisipasi terjadinya kebakaran,” ungkapnya dengan penuh hati-hati.
Salah satu penghuni kos, Fliptian Karoba, mengaku terkejut saat kebakaran terjadi. Ia mengatakan, peristiwa itu berlangsung sangat cepat saat sebagian besar penghuni kos masih terlelap tidur.
“Tiba-tiba kami kaget karena ada teriakan kebakaran sekitar pukul 05.00 WIT. Saat keluar, api sudah besar dan membakar sebagian bangunan,” ujarnya Fliptian saat ditemui di lokasi kejadian.
Fliptian mengaku hanya sempat menyelamatkan diri dan membawa satu berkas penting berupa ijazah. Sementara barang lainnya, termasuk dua unit sepeda motor miliknya, tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, Johana Marani (54), saksi lain dilokasi kebakaran menduga penyebab utama kebakaran itu disebabkan oleh adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang berada di Kamar Kost Nomor Tiga.
Page: 1 2
Menurut Albert, peristiwa tersebut merupakan bentuk kelalaian yang mengakibatkan kerugian bagi daerah. "Aset ini dibeli…
Menurut Aflian, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Dukungan dan partisipasi…
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…