Categories: METROPOLIS

Semua Harus Berkolaborasi Jaga Hutan

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan hidup, bekerjasama dengan beberapa pihak terkait, melakukan diskusi diskusi tematik  pengelolaan dan pemetaan hasil hutan  lestari yang  transparan dan  akuntabel  untuk pelaku usaha pemanfaatan hutan dan perguruan tinggi.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Propinsi Papua, Jan Jap Ormuseray mengatakan, melalui Visi Pembangunan Berkelanjutan Papua, Pemerintah Provinsi Papua menyadari pentingnya membangun Papua dengan paradigma menempatkan kualitas hidup masyarakat Papua sebagai tujuan pembangunan. Dimana wilayah Papua dengan alam yang lestari dan terjaga sebagai modal dasar. Masyarakat asli Papua memiliki hubungan yang erat dengan hutannya selama ratusan generasi.

“Diakui tematik hari ini pada intinya bagaimana kolaborasi antara semua pihak. Baik dari NGO, Pemerintah, masyarakat, termasuk mitra kerja perusahan perusahaan,  harus disadari bahwa kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga hutan tetap lestari. Jadi kolaborasi antara  semua pihak yang diperlukan hari ini dibahas,” kata Jan Jap Ormuseray, Kamis (12/10).

Terutama bagaimana menjaga kelestarian hutan, tapi juga bagaimana kolaborasi semua pihak yang terlibat itu, untuk memberi kontribusi bagi pembangunan.

Lanjut dia, diskusi itu melibatkan perguruan tinggi, lintas sektor dan juga dari pemerintah propinsi Papua. Selaain melastarikan hutan, juga bagaimana memaksimalkan potensi dan sumber daya yang ada ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan di daerah.

Dia menambahkan, tujuan akhir yang ingin dicapai dari kegiatan itu adalah, melalui diskusi tematik ini dapat merumuskan bagaimana langkah langkah semua pihak yang harus diambil disepakati dan dijalankan.

“Terkait dengan upaya menjaga kelestarian hutan, menjaga potensi sumberdaya alam yang luar biasa ini untuk kemakmuran bangsa dan masyarakat terutama kalau kita bicara dalam konteks papua ini. Bagaimana hutan bisa memberi makan kepada masyarakat asli di Papua,” pungkasnya. (roy/tri).

Juna Cepos

Recent Posts

Banyak Daerah Tak Mampu Lagi Bayar Gaji PPPK

Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…

13 hours ago

Diduga Karena Persoalan Asmara

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…

14 hours ago

Pentingnya Investasi Pendidikan dalam Memajukan Papua

Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…

15 hours ago

Gas LPG 12 Kg Tembus Rp400 Ribu

Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…

16 hours ago

“Halo Pak Presiden, Ini Bagaimana Makanan MBG Ada Ulat”

Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…

17 hours ago

Dari Sampah Hingga Penyelundup yang Kucing Kucingan

Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…

18 hours ago