Menurutnya, kalau dilihat secara umum di wilayah Abepura dan Kotaraja topografinya itu berbentuk cekung. Dulunya, wilayah tersebut merupakan daerah resapan atau daerah endapan. Sehingga wilayah-wilayah yang berbentuk seperti itu sangat rentan terjadinya banjir.
“Biasanya hal itu disebabkan karena faktor batuan dasarnya lunak. Kalau kita lihat Abe dan Kotaraja, itu seperti di dalam mangkok yang di kelilingi perbukitan. Karena ini adalah daerah endapan, yang menjadi kendala di daerah endapan itu adalah potensi banjir pasti besar, sehingga pada saat membuat jalan atau membangun jalan, fungsi drainase itu harus dimaksimalkan. Karena sifat air itu kan selalu mencari ruang ketika sudah tertutupi,” tambahnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…