Menurutnya, kalau dilihat secara umum di wilayah Abepura dan Kotaraja topografinya itu berbentuk cekung. Dulunya, wilayah tersebut merupakan daerah resapan atau daerah endapan. Sehingga wilayah-wilayah yang berbentuk seperti itu sangat rentan terjadinya banjir.
“Biasanya hal itu disebabkan karena faktor batuan dasarnya lunak. Kalau kita lihat Abe dan Kotaraja, itu seperti di dalam mangkok yang di kelilingi perbukitan. Karena ini adalah daerah endapan, yang menjadi kendala di daerah endapan itu adalah potensi banjir pasti besar, sehingga pada saat membuat jalan atau membangun jalan, fungsi drainase itu harus dimaksimalkan. Karena sifat air itu kan selalu mencari ruang ketika sudah tertutupi,” tambahnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…