Salah satu bahan baku yang ada dalam produknya itu adalah sarang semut yang selama ini memiliki khasiat kesehatan tinggi namun jarang diolah secara modern.
Dirinya menginginkan sarang semut yang sebelumnya tradisi akan menjadi inovasi. Menurutnya minuman tersebut tidak cuman enak tetapi juga sangat bermanfaat bagi kesehatan.
“Rumah Papua mengangkat bahan tradisional menjadi minuman kekinian yang disukai masyarakat termasuk generasi muda di Papua dan bahkan telah sampai di wilayah Freeport yang dihuni masyarakat internasional,” sebutnya.
Untuk diketahui even ini dilakukan oleh BI untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan ekonomi syariah. ISEF bukan sekadar festival, melainkan wadah strategis untuk menyatukan visi umat menuju kemaslahatan ekonomi yang berkelanjutan. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Suster Yosephin Temelap mengatakan, api muncul dengan cepat diduga dari area dapur. Saat itu aktivitas…
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…
Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…