Meski kelima pasien telah diperbolehkan pulang, penyebab pasti gangguan kesehatan yang mereka alami masih belum disampaikan pihak rumah sakit. Andreas mengatakan pihak rumah sakit hanya berfokus pada penanganan medis pasien selama menjalani perawatan. Sementara hasil pemeriksaan mengenai penyebab sakit berada pada tim yang melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Soal itu kami belum tahu. Tanya tim yang periksa karena kita sebatas rawat sakitnya saja,” katanya.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan setelah ratusan siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mengonsumsi makanan dari program MBG pada Selasa (4/8). Sejumlah siswa kemudian mengalami keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Mereka dilarikan ke beberapa puskesmas hingga rumah sakit yang berada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Sebagian pasien kemudian dirujuk ke RSUD Jayapura untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…
Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…
Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…
Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…
Bayang-bayang tapal batas yang membentang di tanah Papua tak mampu memagari jejak Ben Alois Natkime.…
Barend mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi sejumlah alat utama dan peralatan operasional…