

Aparat dari Polresta Jayapura dan Brimob Polda Papua saat melakukan blokade di ruas jalan Sentani Abepura tak jauh dari lokasi pembakaran ban di pintu masuk Makorem 172/PWY (Foto: Gamel Cepos)
JAYAPURA – Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) mendadak jadi bahan pembicaraan pada Rabu (30/9). Bukan soal prestasi melainkan adanya insiden pengibaran Bintang Kejora di tiang bendera kampus. Setelah sejumlah oknum mahasiswa melakukan orasi di dalam kampus kemudian mengibarkan bintang kejora. Tak hanya itu, ada juga mahasiswa yang berkeliling lapangan sambil membawa bintang kejora.
Aksi ini banyak muncul di media sosial mengingat para mahasiswa yang terlibat nampaknya telah siap untuk mempublikasikan dengan handphone masing-masing. Kejadian tersebut terjadi Rabu siang dimana setelah beberapa kali dilakukan melakukan orasi, tak lama seorang pria kemudian memanjat tiang dan mengikat bintang kejora tersebut di ujung tali.
Aparat kepolisian yang mendapatkan informasi ini langsung masuk dan mengamakan situasi. Pertama yang dilakukan adalah melakukan komunikasi untuk diturunkan namun karena terjadi penolakan akhirnya aparat berupaya untuk menurunkan bendera tersebut kemudian “memegang” otak dari aksi tersebut. Karena tak terima akhirnya mahasiswa lainnya berlari berhamburan dan melakukan perlawanan dengan cara melempar.
Aksi sempat melebar setelah mahasiswa memilih berkelompok dan menyerang dari beberapa arah. Ada yang melempar dari arah dalam kampus, ada juga yang menyerang dari arah jalan masuk Asrama Liboran. Alhasil aparat beberapa kali mengeluarkan tembakan gas air mata dan dibalas lemparan batu.
Tak hanya itu, kelompok massa yang jumlahnya sekitar 50 an orang ini kemudian ke arah jalan utama dan melakukan pembakaran ban dan beberapa potongan kayu. Dampaknya akses jalan tak bisa dilalui dan asap tebal membumbung persis di pintu masuk Makorem 172/PWY. Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrick Maclarimboen yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa aksi pengibaran ini diindikasikan sudah direncanakan.
“Kami sudah berupaya untuk nego agar segera diturunkan tapi saat anggota mencoba menurunkan ternyata kami dilempar dan kami membalas dengan tembakan air mata dan watercanon,” jelas Kapolresta. Dikatakan aksi ini kuat diduga telah direncanakan sebab saat pembubaran ternyata ada mahasiswa yang juga keluar dari masing-masing ruangan di kampus dan melakukan perlawanan. Sedangkan pembakaran ban di jalan merupakan ekses dari situasi di kampus USTJ tadi.
Page: 1 2
Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…
Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…
Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…
Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…
Dalam laporan tersebut, kekayaan Suyudi terdiri atas sejumlah aset tidak bergerak dan bergerak. Untuk tanah…
”Kapolri baru, harapan baru untuk membenahi institusi Polri,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa…