Categories: METROPOLIS

Banyak Orang Luar Jadi Perintis di Papua

JAYAPURA –  Belum lama ini Jubir Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB) Sebby Sembom memberikan statemen yang cukup mengejutkan. Ia meminta warga pendatang (non Papua) untuk pergi atau keluar dari sejumlah daerah yang dijadikan basis pergerakan kelompok tersebut. 

 Jika tidak dilakukan maka ia meminta jangan menyalahkan kelompok mereka jika ada yang menjadi korban. Hanya saja statemen ini kemudian ditanggapi oleh Polda Papua yang meminta agar warga nusantara tidak terpengaruh karena semua daerah memiliki alat negara yang wajib mengamankan daerah dan rakyat.

 Salah satu anggota DPR Papua, Thomas Sondegau yang menyampaikan bahwa setiap orang memiliki hak untuk hidup dan memiliki hak untuk mendapatkan Pendidikan, kesehatan dan kehidupan yang layak. Setiap orang juga berhak untuk bekerja dan menerima upah dari apa yang dikerjakan. Dari kalimat “setiap orang”  ini artinya siapa saja tanpa melihat penduduk asli maupun bukan. Karenanya ia tak setuju bila ada permintaan untuk warga pendatang angkat kaki.

 Thomas berpendapat bahwa tak sedikit warga nusantara terdahulu yang menjadi perintis disebuah daerah. “Orang membangun satu kabuaten saya pikir sama seperti membangun sebuah honai dimana khususnya di gunung ada namanya honai laki-laki. Honai ini untuk orang melintas keluar dan mau pergi, ia tidur dulu di honai tersebut baru ia jalan jadi saya pikir itu keliru kalau meminta untuk pergi,”kata Thomas di Abepura, Senin (12/7).

 Ia menyebut hari ini rakyat membutuhkan pembangunan, hari ini rakyat ingin sehat, ingin makan, ingin sekolah dan itu hak semua. “Saya pikir siapa saja memiliki hak untuk hidup selama tidak merugikan orang lain. Warga nusantara ini datang bekerja, mencari nafkah dan secara tidak langsung ikut dalam pembangunan khususnya sektor ekonomi  dan saya pikir tak sedikit orang dari luar yang pernah menjadi perintis,”beber Thomas. 

 Selama tidak merugikan siapa-siapa ia meminta jangan ada bentuk diskriminasi kepada siapapun “Sebab setiap orang memiliki hak untuk hidup   dan berkembang tanpa harus dibatasi,”tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

1 day ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

1 day ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

1 day ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

1 day ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

1 day ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

1 day ago