Categories: METROPOLIS

Pasca Sidak Pj Gubernur, RSJ Abepura Siap Benahi Pelayanan

JAYAPURA-Dari sidak  Penjabat Gubernur Papua Ramses Limbong ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura, Rabu (9/10), ada sejumlah catatan yang harus jadi perhatian management rumah sakit ini. Diantaranya terkait  optimalisasi pelayanan kepada pasien. Seperti tempar tidur, makanan, maupun hal lain yang perlu dibenah.

  Menanggapi hal itu, Direktur RSJ Abepura dr. Guy Yana Emma Come, menegaskan, akan berupaya untuk terus membenahi pelayanan di RSJ Abepura. Adapun untuk masalah tempat tidur pasien, diakui memang untuk pasien dengan diagnosa akut, pihaknya tidak menaruh kasur.

  Hal itu dilakukan karena sesuai dengan kondisi pasien yang memang membutuhkan pelayanan khusus. Seperti tempat tidur, kata dia pasien dengan diagnosa akut mestinya tidak menggunakan tempat tidur, tujuannya untuk menghindari hal hal yang tidak dinginkan yang akan berujung fatal bagi  pasien itu sendiri.

  Apalagi jika menggunakan alas tripleks. Karena ditakutkan mereka akan menggunakan bahan tersebut sebagai media untuk melukai orang lain dalam hal ini sesama pasien. “Pasien akut, berbeda dengan ODGJ lain, mereka sering kali berontak, kadang kala kalau saking ganasnya , benda apapun didepan mata bisa saja dijadikan alat untuk menyerang orang, sehingga harus penuh hati-hati,” jelasnya, kepada Cendrawasih Pos di ruang kerja, Kamis (10/10).

   “Itulah alasannya kenapa kami hanya pasang karpet sebagai alas tidur mereka (pasien red),”sambungnya.

   Akan tetapi dengan adanya penegasan dari Pj Gubernur, pihaknya akan berupaya melalui APBD Perubahan menyiapkam kasur bagi pasien tersebut. Dimana jumlah bed di ruang pasien akut hanya 6 bet.  “Kami akan pasang kasur, karena jumlahnya untuk ruang akut ada 6 bet,” ujarnya.

   Sementara itu terkait makanan, dengan tegas mengatakan bahwa pasien di RSJ Abepura telah mengonsumsi gizi sesuai standar kesehatan. Setiap harinya diwajibkan memberi makan selama 3 kali di luar snack. “Pagi sarapan, kemudian jam 10.00 WIT kue, jam 12.00 WIT makan siang, dan terakhir makan malam, semuanya lengkap dengan lauk,” jelasnya.

  Lebih lanjut berkaitan dengan masalah honorer, sejauh ini sudah tidak bermasalah, apalagi proses pengangkatan pegawai melalui  mekanisme THK-2 sudah berakhir. Dan sebagian besar tenaga honorer RSJ telah lulus program tersebut.

   “Soal tenaga honorer tidak ada masalah, karena tahap THK-2 sdh selesai, jadi tidak masalah,” tandasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tahapan Seleksi Sekda Definitif Papua Pegunungan Tunggu SK dari Presiden

PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep menyatakan untuk jabatan Sekda Papua Pegunungan…

12 minutes ago

Ratusan Warga Sambut Kunjungan Gubernur Apolo Safanpo di Warse dengan Perahu Tradisional

Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan warga mendayung perahu tradisional untuk menjemput speedboat yang ditumpangi…

1 hour ago

Gubernur Berharap Asrama SMAK Asmat Jadi Tempat Pendidikan Budi Pekerti

Gubernur  Apolo mengatakan kehadiran asrama diharapkan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi…

2 hours ago

Pemkab Biak Numfor dan Supiori Diminta Usulkan Tambahan Kuoata

Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak  Rayon…

3 hours ago

Pemkab Puncak Jaya Perkuat Jiwa Kewirausahaan Pemuda

  Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemuda dan wirausaha pemula dari berbagai wilayah di…

4 hours ago

IDI Jayawijaya Didorong Bentuk 7 Cabang di Wilayah Papua Pegunungan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jayawijaya kini dijabat oleh dr. Charles Manalagi, Sp.Og untuk periode…

5 hours ago