Categories: METROPOLIS

Pembagian Bantuan Dinilai Tidak Merata

Korban Banjir Butuh Pakaian Layak Pakai Hingga Minyak Tawon

JAYAPURA-Lima  hari di posko pengungsian, korban banjir masih membutuhkan banyak bantuan. Terutama pakaian layak pakai, minyak kayu putih, minyak tawon, obat obatan hingga pampers untuk anak anak.

  Erna, salah satu warga yang mengungsi di Posko Pengungsi Diklat Sosial Tanah Hitam mengaku sudah lima hari dirinya berada di Posko pengungsian terhitung sejak Kamis (7/1) malam.

  “Minyak kayu putih, minyak tawon, popok bayi, pakaian layak pakai hingga obat obatan yang paling kami butuhkan saat ini. Kami sudah melapor kepada petugas, hanya saja jawaban petugas nanti disiapkan. Tapi hingga saat ini belum ada,” kata Erna kepada Cenderawasih Pos, Selasa (11/1).

  Erna mengaku, semua barang barang di rumah yang ditempatinya sejak 6 tahun lalu rusak akibat banjir. Termasuk surat berharga lainnya yang lupa diselamatka, mereka tak menyangka jika banjir bakal setinggi itu.

   “Rumah kami hingga saat ini masih terendam lumpur, kami belum bisa kembali ke rumah dengan kondisi seperti itu. Apalagi hujan masih turun,” terangnya.

  Dikatakan Erna, selama berada di posko pengungsian. Makan dan minum mereka terpenuhi berkat bantuan dari pemerintah. Pagi, siang dan malam mereka selalu mendapatkan makanan.

  “Yang kami butuhkan  pakaiana layak pakai, minyak kayu putih, susu, popok, minyak telon. Kami menunggu uluran tangan dari para dermawan yang bersedia untuk memberikan kami bantuan, kami sangat berterima kasih untuk itu,” ungkapnya.

  Menurut Erna, ini banjir terparah yang ia alami. Sebelumnya memang kompleks di mana dia tinggal kerap banjir, hanya saja sebatas lutut. Namun banjir kali ini tingginya hingga dua meter.

   Secara terpisah, Melinda salah satu warga di Kompleks Toraja belakang Pasar Youtefa mengaku hingga saat ini mereka belum mendapatkan bantuan dari siapapun. Padahal, kebun sayur milik mereka dan rumah mereka ikut terendam banjir.

   “Ada bantuan tapi tidak pernah sampai ke kami, ketika datang ke posko kami hanya diberikan indomie,” ungkapnya.

   Ia berharap, bantuan itu diberikan secara merata bukan sekedar pada orang orang yang hanya dikenal atau karena ada kedekatan emosional. Karena, para korban banjir sama sama membutuhkan bantuan.

   Sekedar diketahui, data sementara jumlah pengungsi di Posko Pengungsi Diklat Sosial Tanah Hitam sebanyak 121 jiwa dengan KK 23. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

13 hours ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

14 hours ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

14 hours ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

15 hours ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

15 hours ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

16 hours ago