Catatan pelayanan menunjukkan, aktivitas pelayanan tertinggi terjadi pada 2 September 2026, dengan jumlah penyelesaian mencapai 245 dokumen dalam satu hari.
Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan warga terhadap dokumen kependudukan setelah bencana. Bagi warga yang kehilangan rumah dan harta benda, dokumen adminduk mungkin terlihat sederhana. Namun, keberadaan KK, KTP-el dan akta kelahiran sangat penting untuk memastikan identitas serta status administrasi setiap anggota keluarga tetap tercatat.
Karena itu, Dispendukcapil memilih mendatangi langsung warga di lokasi pengungsian.
Petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi membuka layanan di tengah kondisi warga yang masih berada di tenda-tenda darurat.
Pelayanan tersebut mencakup pengurusan dokumen yang hilang atau rusak, pembaruan data kependudukan, hingga pencetakan dokumen sesuai kebutuhan warga. (kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…