

Para Siswa-siswi penuh kecerian saat menikmati MBG, meski belum menerapkan label harga dan kandungan gizi, Senin (9/3) (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui telah menginstruksikan kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh Indonesia untuk menampilkan informasi harga dan kandungan gizi pada setiap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini dilakukan BGN untuk memperkuat keterbukaan informasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi mekanisme kontrol agar mitra penyedia makanan tidak menurunkan kualitas bahan pangan.
Namun pada kenyataannya di Papua terkhusunya di Kota Jayapura hal tersebut belum dilaksanakan seperti apa yang diharapkan pemerintah pusat.
Berdasarkan hasil pemantauan Cenderawasih Pos di lapangan, terbukti sejumlah sekolah yang telah menerima manfaa, ternyata SPPG belum mencantumkan kandungan gizi dan label harga pada menu atau kemasan paket MBG.
Kondisi ini dapat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengenai harga MBG per porsi dan kandungan gizi di setiap menu makanan. Di SD YPPK Gembala Baik Abepura contohnya, SPPG yang melayani program MBG di sekolah ini, belum mencantumkan label harga dan cantumkan nilai Gizi pada menu MBG.
Kepala SD Gembala Baik Abepura, Anastasia K.P. Sari, S.Pd, M.Pd kepada Cenderawasih, Senin (9/3) mengaku meski label harganya belum tercantum, akan tetapi menu makan yang disediakan sangat layak dikonsumsi dan bervariasi.
“Menurut kami dari SPPG yang melayani SD YPPK Gembala Baik, menu makanan layak dan bervariasi. Mereka (SPPG) juga minta masukan bila ada yang belum sesuai atau ada permintaan menu dari siswa,” katanya.
Sari mengaku pihaknya sangat senang dengan SPPG yang melayani sekolah itu, karena tidak menggunakan makanan olahan seperti mie instant, nugget, dan sosis, tetapi selalu sayur dan lauk segar.
Selain itu, kata Kepsek, di sekolahnya hingga saat ini belum pernah terlambat. Pengantaran MBG selalu tepat waktu saat istirahat pertama sekolah. Adapun menu MBG di SD Gembala Baik saat ini adalah menu basah yang terdiri dari; Nasi, Ayam, Sayur-sayuran, Roti, hingga susu.
Hal yang sama juga terjadi di SDN Kotaraja, label harga makanan juga belum di terapkan. Meskipun, selama bulan puasa sekolah itu diketahui mengunakan menu makanan kering, seperti; Roti, Salat buah, Kolak dan susu.
“Untuk lebel harga belum ada,” ujar Kepala SDN Kotaraja, Makdalena Rahabe kepada Cenderawasih Pos dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3).
Diketahui sebelumnya Kepala BGN wilayah Papua, Djimmy Yomaiwi Douw mengaku telah menjalankan perintah tersebut kepada seluruh SPPG di tanah Papua, tak terkecuali di Kota Jayapura.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…