

JAYAPURA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura membangun 17 fasilitas sensor gempa bumi atau disebut seismograf di Papua dan Papua Barat. Adapun belasan alat tersebut berfungsi untuk memberi informasi secara lebih dini di kedua provinsi yang rawan gempa tersebut.
Kepala BMKG Wilayah V Jayapura Petrus Demonsili memaparkan, pengadaan anggaran untuk 17 alat pendeteksi gempa bumi di Papua dan Papua Barat itu sejak pertengahan tahun 2019. Adapun 17 alat pendeteksi gempa bumi yang akan dibangun tahun ini meliputi 11 alat di Provinsi Papua dan 6 alat di Provinsi Papua Barat.
Adapun 11 alat pendeteksi gempa untuk wilayah Papua tersebar di Tolikara, Mappi, Kabupaten Jayapura dan Merauke. Sementara 6 alat pendeteksi gempa di Papua Barat tersebar di Pegunungan Arfak, Manokwari dan sejumlah kabupaten di sekitarnya.
“Wilayah Papua termasuk daerah rawan gempa, salah satunya adalah Patahan Mamberamo sebagaimana Gempa yang baru terjadi pada Kamis (5/2) yang berkekuatan Magnitudo 5,1,” ucap Petrus, Senin (10/2).
Menurut dia, pembangunan 17 alat pendeteksi gempa sangat penting agar pemberitahuan informasi tentang terjadinya gempa dan kedalamannya dalam waktu yang lebih cepat, yakni dari 5 menit menjadi 2 menit.
“Tambahan 17 alat ini untuk meningkatkan kecepatan informasi kepada masyarakat pasca terjadinya gempa, dengan penambahan tersebut maka total sebanyak 500 alat pendeteksi gempa yang berada di Indonesia, ” tutur Petrus.
Lanjut Petrus, sebenarnya gempa bumi bukanlah fenomena alam yang mematikan bagi masyarakat. Asalkan masyarakat dapat menyiapkan rumah huniannya yang tahan gempa.
“Selama ini sudah terdapat 26 alat pendeteksi gempa bumi di Papua dan Papua Barat. Dengan tambahan 17 alat, BMKG dapat lebih optimal menyampaikan peringatan tentang gempa di daerah Papua. Sebagaimana terdapat sebanyak 16 patahan gempa bumi di wilayah Papua,” pungkasnya. (fia/wen)
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…