Ia menilai kinerja PBPH di Papua belum optimal karena tingginya tantangan geografis dan sosial, serta isu keadilan bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, strategi peningkatan kinerjanya wajib bersifat afirmatif.
Realisasi program Perhutanan Sosial menurutnya masih rendah, padahal masyarakat adat memiliki keterikatan kuat dengan hutan ulayat. Begitupun dengan topografi yang sulit menyebabkan biaya operasional, pengawasan, dan logistik bagi PBPH menjadi sangat tinggi. Peningkatan kinerja PBPH tidak hanya diukur dari volume produksi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan OAP.
“Diharapkan melalui FGD ini kita akan lebih tahu persoalan pemanfaatan hutan oleh PBPH dan mencari solusinya agar tercipta pengelolaan hutan yang lestari,” pungkasnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komisi III DPR Provinsi Papua Selatan melakukan audiens dengan Manajemen, Nakes dan honorer atau pegawai…
Keterbatasan fasilitas ini memicu reaksi dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini. Saat ditemui…
Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 240 kilogram kepiting bakau kualitas premium diterbangkan ke Negeri Jiran…
Menurutnya, jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu orang tidak sebanding dengan jumlah steward yang disiapkan…
Penanganan kasus pembunuhan Bripda Juventus Edowai yang memicu kericuhan di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret…
Dalam kunjungan tersebut Ketua DPR Papua Denny Bonai didampingi Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni…