Koordinator aksi Iyalek Gwijangge mengungkapkan bahwa peristiwa itu menelan 23 korban jiwa, menghancurkan rumah-rumah, dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Dengan kondisi tersebut ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi dengan berbuat dapat meringankan beban dari korban bencana.
“Di tengah duka ini, mari kita tunjukkan bahwa Jayapura bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat di mana solidaritas dan kemanusiaan tumbuh kuat. Kita tidak bisa menghentikan hujan, tapi kita bisa menolong mereka yang terdampak. Kita tidak bisa memutar waktu, tapi kita bisa menumbuhkan harapan baru bagi mereka yang kehilangan,” tuturnya di lingkaran Abepura, Jumat (7/11). (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…