Koordinator aksi Iyalek Gwijangge mengungkapkan bahwa peristiwa itu menelan 23 korban jiwa, menghancurkan rumah-rumah, dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Dengan kondisi tersebut ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi dengan berbuat dapat meringankan beban dari korban bencana.
“Di tengah duka ini, mari kita tunjukkan bahwa Jayapura bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat di mana solidaritas dan kemanusiaan tumbuh kuat. Kita tidak bisa menghentikan hujan, tapi kita bisa menolong mereka yang terdampak. Kita tidak bisa memutar waktu, tapi kita bisa menumbuhkan harapan baru bagi mereka yang kehilangan,” tuturnya di lingkaran Abepura, Jumat (7/11). (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, setelah tiga tahun mengalami kevakuman, KNPI Kota Jayapura dengan kepengurusan baru tidak boleh…
Tugu yang menjadi salah satu penanda kawasan Abepura tersebut secara resmi diresmikan pada Selasa…
Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Abisai mengajak seluruh hadirin sejenak menghentikan aktivitas…
Situasi di dalam Auditorium Uncen mendadak panik saat kelompok demonstran menerobos masuk tanpa izin.…
Jayapura Fair yang berlangsung di Lapangan PTC Entrop, Senin (17/8) malam, menjadi bagian dari…
Tim Persipura Jayapura kembali menjadwalkan laga ujicoba untuk mengukur kemampuan Boaz Solossa dan kawan-kawan selama…