Nerlince berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan penyelesaian yang adil. “Tujuannya agar semua proses berjalan baik dan tidak ada yang dirugikan. Hak milik masyarakat adat harus diperhatikan pemerintah, sehingga aksi palang-memalang tidak terjadi lagi. Kita berkumpul, saling mendengarkan, dan memutuskan siapa yang berhak atas tanah itu,” katanya.
Sementara itu, tokoh adat Suku Sibri, Tonce Sibri, menyampaikan bahwa persoalan lintasan pantai Holtekamp dan Jembatan Youtefa–Holtekamp telah berlarut-larut. Ia menilai kesimpangsiuran di atas tanah tersebut melibatkan pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan sehingga merugikan pemilik tanah adat.
Tonce mengungkapkan, pada 2011 digelar pertemuan yang dipimpin Kepala Dinas Provinsi Papua saat itu, Ir. Edwin Intan, bersama Wali Kota Jayapura. Pertemuan dihadiri lima perwakilan ondoafi dimana dari, pertemuan itu disepakati kepastian hukum bahwa pembayaran ganti rugi diberikan kepada Suku Sibri. “Kami minta Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Gubernur, segera menyelesaikannya,” katanya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Jacleana Joku berharap pengusaha di Papua memanfaatkan peluang…
-Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri meminta para bupati dan wali kota tidak menyerahkan agenda penting…
Kepala Bagian Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Jayapura Dian Novita, mengatakan ketentuan…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri di Jayapura, Rabu, mengatakan Kartu KASIH disiapkan untuk memastikan…
Pertama, masalah penerangan atau lampu di dalam los-los pasar yang mati. Kedua, yang paling…
"Kita ke sini sesuai dengan perintah Pak Wali Kota untuk menata dan menertibkan Pasar…