Selain itu, dalam rapat tersebut juga, IDI Wilayah Papua terus memperkuat komite hukum di dalam struktur organisasi untuk memberikan pendampingan maksimal bagi sejawat dokter yang menghadapi kendala hukum atau sengketa medik saat bertugas.
“Yang kita perjuangkan sekarang itu, anggota (IDI) mendapatkan prafilec terhadap apa yang dilakukan sesuai dengan pengabdiannya dan beban kerja yang didapat, untuk mendapatkan itensif sesuai dengan apa yg di kerjakan,” ungkapnya.
Atas dasar itu, IDI Wilayah Papua berkomitmen agar kepengurusan periode 2025–2028 ini dapat membawa perubahan signifikan, sehingga tidak ada lagi dokter di daerah yang merasa berjuang sendirian tanpa dukungan penuh dari organisasinya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Lokasi tersebut berada sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Biak dan dinilai aman karena jauh…
Kepala Balai Karantina Papua Selatan Irsan Nuhantoro,S.Si, M.Si, MP, di Merauke mengungkapkan, laporan kematian babi…
Provinsi Papua mencatat prestasi membanggakan di bidang kesehatan dengan menjadi daerah terbaik di Indonesia dalam…
Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menantikan pengumuman hasil seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat…
Anggota Komisi II DPR Papua, Johanes Markus Wakum, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ledakan bom yang…
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor A. Sandi Palangan mengatakan, 20 orang yang diberikan…